Deklarasi Antinarkotika Warnai HUT ke-27 Kutim, Ketua DPRD Jimmi Tekankan Edukasi Sejak Dini
SANGATTA– Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur tidak hanya diwarnai seremoni. Di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Senin (12/10/2026), deklarasi antinarkotika skala besar digelar dengan melibatkan puluhan ribu pelajar. Momentum ini dimanfaatkan Ketua DPRD Kutim, Jimmi, S.T., untuk mendorong pencegahan narkoba dimulai dari bangku sekolah.
Deklarasi yang didukung penuh Forkopimda Kutim termasuk DPRD ini diikuti lebih dari 60.000 pelajar dari SD, SMP hingga SMA. Capaian tersebut bahkan tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai deklarasi antinarkotika dengan peserta terbanyak yang menggunakan bahasa daerah.
Jimmi menegaskan, perang melawan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Perlu gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, sekolah, keluarga dan masyarakat.
“Kuncinya edukasi sejak dini. Jangan tunggu anak-anak kita SMP atau SMA baru dikenalkan bahaya narkoba. Sejak SD mereka harus sudah paham,” ujar Jimmi usai upacara HUT Kutim.
Menurutnya, pelibatan pelajar bukan sekadar seremonial HUT, melainkan investasi untuk melindungi generasi muda Kutim. Dengan pemahaman yang ditanamkan sejak dini, pelajar diharapkan menjadi agen antinarkotika di lingkungannya masing-masing.
Jimmi juga menekankan pentingnya strategi komunikasi yang membumi. Penggunaan bahasa daerah Kutai dalam deklarasi dinilai menjadi terobosan agar pesan antinarkotika lebih mudah diterima.
“Bahasa daerah itu dekat dengan keseharian warga. Kalau kita pakai bahasa daerah, pesan bahaya narkoba bisa sampai ke pelosok, ke orang tua kita di pedalaman, bukan cuma di kota saja,” katanya.
Ia berharap deklarasi ini tidak berhenti sebagai catatan rekor MURI, tetapi berlanjut menjadi kampanye berkelanjutan. DPRD Kutim, lanjut Jimmi, akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar edukasi antinarkotika masif, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau generasi mudanya kita jaga sejak sekarang, masa depan Kutim di usia yang ke-27 ini akan lebih kuat dan bersih dari narkoba,” tutupnya.
![]()

Tinggalkan Balasan