Selasa, 1 September 2026

Kebakaran MBU Sisakan Duka, Pemkab Kutim Bergerak Pulihkan Kebutuhan Warga

 

MUARA BENGKAL – Kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran membuat sejumlah warga Desa Muara Bengkal Ulu (MBU), Kecamatan Muara Bengkal, harus menjalani masa pemulihan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pun bergerak menyalurkan bantuan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban tetap terpenuhi.

Bantuan tanggap darurat disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) Kutim beberapa waktu lalu. Kepala Dinsos Kutim Ernata Hadi Sujito menyerahkan bantuan tersebut mewakili Bupati Kutim sebagai bentuk respons pemerintah terhadap warga yang terdampak musibah.

Kebakaran terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita di Jalan Abol Hasan RT 04, Desa Muara Bengkal Ulu. Berdasarkan asesmen Dinsos Kutim, peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu berdampak terhadap 18 kepala keluarga (KK) atau 46 jiwa.

Dari jumlah tersebut, empat KK atau 13 jiwa tercatat mengalami dampak langsung dan membutuhkan bantuan.

Ernata mengatakan, penyaluran bantuan menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu warga melewati masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons pemerintah daerah kepada masyarakat yang terkena musibah. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ernata.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pangan. Dinsos menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan warga terdampak berdasarkan SOP dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2018.

Untuk kebutuhan pangan, Dinsos menyalurkan 21 kilogram gula pasir, 21 dus mi instan, 21 liter minyak goreng, 21 bungkus kopi bubuk, 21 kaleng sarden, 21 kotak teh serta 21 karung beras dengan berat masing-masing lima kilogram.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan. Bantuan mencakup susu untuk balita dan lansia, bubur bayi, makanan ringan, popok anak dan dewasa hingga perlengkapan mandi anak.

Sementara kebutuhan pendidikan turut menjadi perhatian. Dinsos menyediakan seragam sekolah untuk jenjang SD, SMP dan SMA, seragam Pramuka, tujuh paket tas sekolah serta tujuh pasang sepatu.

Untuk kebutuhan pribadi dan hunian sementara, bantuan berupa sarung, selimut, handuk, pakaian dalam, perlengkapan mandi, 18 lembar terpal, 18 matras, 18 bantal dan 18 set peralatan dapur juga disalurkan.

Dukungan terhadap korban turut datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutim. Lembaga tersebut memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp171 juta yang diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak.

Ernata menegaskan, penanganan korban bencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan.

“Kami berharap masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara bertahap. Pemerintah akan terus hadir dan berkoordinasi untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana,” pungkasnya.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi penopang awal bagi warga MBU untuk melewati masa darurat. Di tengah kehilangan akibat kebakaran, dukungan pemerintah dan berbagai pihak menjadi modal penting agar para korban dapat perlahan kembali menata kehidupan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini