Selasa, 1 September 2026

Karhutla Mengintai di Musim Kering, Bupati Kutim: Jangan Bakar Lahan Sekecil Apa Pun

 

SANGATTA – Musim kering membuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka, bahkan untuk sekadar membersihkan ranting dan daun di sekitar rumah.

Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah saat ditemui di kawasan Jalan H Abdullah Kenyamukan, Senin (24/8/2026). Ia mengingatkan, api kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran ketika berhadapan dengan material kering dan tiupan angin.

“Kita minta kepada masyarakat, semua pihak, tidak hanya masyarakat, siapapun: jangan pertama, membakar lahan sekecil apa pun. Atau jangan membakar ranting-ranting kayu yang ada berserakan di halaman sekecil apa pun,” tegasnya.

Menurut Ardiansyah, pembakaran sampah maupun ranting di pekarangan rumah tetap memiliki risiko. Bara atau material yang terbakar dapat terbawa angin dan memicu api di lokasi lain.

Karena itu, ia meminta masyarakat memilih cara lain yang lebih aman dalam membersihkan lingkungan, terutama selama kondisi cuaca kering.

Peringatan juga ditujukan kepada masyarakat yang merokok. Puntung rokok yang dibuang sembarangan di area dengan banyak material kering dinilai berpotensi menjadi sumber api.

“Kalau bisa sebelum dibuang itu pastikan sudah padam. Pastikan itu padam sehingga dia tidak memacu untuk terbakarnya ranting atau apa yang kering-kering di sekitarnya,” ujarnya.

Selain pencegahan dari masyarakat, Pemkab Kutim juga mengingatkan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar dapat berujung pada proses hukum. Terlebih, kondisi musim kering membuat risiko kebakaran semakin tinggi dan dampaknya dapat meluas.

“Usahakan maksimalkan, bahkan ini ada pasal tertentu kalau ada yang mencoba membuka lahan, apalagi ini musim kering, dengan cara cepat ini pasti kena nanti pasal terkait dengan penegakan hukum,” kata Ardiansyah.

Ia meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan membakar lahan untuk membuka atau membersihkan area.

Di sisi lain, Pemkab Kutim bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat kesiapsiagaan. Spanduk imbauan dipasang di sejumlah titik, sementara posko utama penanganan karhutla disiagakan di BPBD dan posko pendukung diperkuat di wilayah kecamatan.

Ardiansyah juga meminta masyarakat tidak menunggu api membesar ketika menemukan titik kebakaran.

“Pertama segera dilakukan pemadaman. Kedua segera laporkan kepada call center yang ada kepada BPBD, nanti semua akan bergerak dengan tim-tim yang ada,” pesannya.

Menurutnya, kecepatan informasi menjadi salah satu kunci penanganan karhutla. Semakin cepat titik api diketahui dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.

Pemkab Kutim pun mengajak masyarakat, perusahaan, pemerintah kecamatan hingga seluruh elemen daerah menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama. Sebab, di tengah musim kering, menjaga agar tidak muncul api menjadi langkah paling efektif untuk mencegah karhutla meluas.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini