Selasa, 1 September 2026

Sempat Tembus Ambang Batas, Perumdam Pastikan Air Baku IPA Kabo Tetap Aman

SANGATTA – Kadar klorida di aliran Sungai Sangatta sempat melonjak melewati ambang baku mutu. Namun, kondisi tersebut belum berdampak terhadap sumber air baku yang digunakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) memastikan air baku yang masuk ke intake IPA Kabo masih dalam kondisi aman untuk diolah menjadi air bersih bagi pelanggan.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala, terutama ketika terjadi pasang air laut yang berpotensi mendorong intrusi air asin ke aliran Sungai Sangatta.

“Serangkaian uji laboratorium secara berkala diterapkan secara ketat pada saat fase pasang air laut di beberapa titik sampel pengujian yang strategis,” jelas Suparjan melalui siaran pers.

Dalam pemantauan tersebut, Perumdam menggunakan kadar klorida sebagai salah satu indikator untuk mengetahui tingkat pengaruh air laut terhadap air baku. Batas maksimum yang ditetapkan untuk air baku yang aman dikelola berada pada angka 300 ppm.

Hasil pemantauan menunjukkan kadar klorida di sejumlah titik mengalami fluktuasi. Pada 16 Agustus 2026 pukul 09.00 Wita, sampel dari Jembatan Kampung Kajang hanya mencatat 0,2 ppm.

Empat hari kemudian, tepatnya 20 Agustus pukul 16.30 Wita, kadarnya meningkat menjadi 59,7 ppm.

Lonjakan terjadi pada 24 Agustus pukul 08.00 Wita. Pengujian di Jembatan Kampung Kajang mencatat kadar klorida mencapai 315,6 ppm, sedikit melampaui ambang batas 300 ppm.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada titik yang lebih dekat dengan wilayah intake IPA Kabo.

Pada hari yang sama pukul 10.15 Wita, pengujian di kawasan Porodisa yang berada sekitar tiga kilometer di hilir intake IPA Kabo menunjukkan kadar klorida hanya 2,5 ppm.

“Hasil uji di daerah Porodisa yang berjarak 3 km di hilir Intake IPA Kabo menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm. Artinya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan IPA Kabo dipastikan aman dan laik untuk diproses menjadi air bersih bagi seluruh pelanggan,” tegas Suparjan.

Perbedaan hasil tersebut menjadi dasar Perumdam memastikan lonjakan kadar garam di Jembatan Kampung Kajang belum merambat hingga memengaruhi sumber air baku di intake IPA Kabo.

Meski demikian, Perumdam tidak menganggap kondisi tersebut sebagai sesuatu yang bisa diabaikan. Potensi intrusi air laut tetap menjadi perhatian, terutama ketika terjadi perubahan pasang surut Sungai Sangatta.

Karena itu, frekuensi pemantauan akan terus ditingkatkan. Pengujian dilakukan sebagai langkah antisipasi agar perubahan kualitas air baku dapat diketahui lebih awal dan tidak mengganggu proses produksi maupun distribusi air bersih kepada masyarakat.

Perumdam TTB Kutim pun memastikan pengawasan terhadap Sungai Sangatta akan terus dilakukan secara intensif. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pasokan air bersih sekaligus memberikan kepastian kepada pelanggan bahwa kualitas air yang diproduksi tetap menjadi prioritas.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini