Senin, 17 Agustus 2026

415 KK Terdampak Banjir di Sangatta Kutim

Rumah Warga di Dekat Sungai Sangatta Yang Terdampak Banjir

Infokaltim.com, Sangatta – Sebanyak 415 kepala keluarga (KK) di Sangatta Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terdampak banjir akibat luapan air Sungai yang tak kunjung surut sejak empat hari lalu.

Kepala BPBD Kutim, Idris Syam mengatakan sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan di hulu sungai, sehingga aliran sungai tidak mampu menampung debit air yang mengalir.

Laporan yang diterima dari PDAM, sungai Sangatta berapa di RL 7,1 yang artinya masih dalam kondisi aman.

“Kalau sudah berada di angka 7,8 baru darurat,” kata Idris Syam saat dihubungi Infokaltim.com lewat panggilan telepon, Selasa (28/01/2025) sore.

Laporan terima BPBD Kutim, saat ini kondisi banjir masih merendam pemukiman warga baik Sangatta Selatan maupun Sangatta Utara diantaranya ;

1. Lokasi : Kec. Sangatta Selatan*

– Jl Gunung Tehnik Desa Sangatta Selatan
Ketinggian air ± 50 sd 70 cm saat ini Kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 30 KK
– Gang Damai Jl. Poros Sangatta – Bontang Km Satu,
Ketinggian air ± 50 sd 70 cm saat ini Kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 70 KK

2. Lokasi : Kec. Sangatta Utara*

– Jl Tanjung Kel Singageweh RT 19 (bantaran sungai)
Ketinggian air : ± 30 sd 70 cm saat ini kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 70 KK
– Kampung Kajang RT 31 Gang Durian Desa Sangatta Utara
Ketinggian air : ± 30-50 cm saat ini kondisi banjir belum surut
terampak : ± 50 KK
– Kampung Tanjungan RT 19 GG Desa Sangatta Utara
Ketinggian air : ± 20-40 cm saat ini kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 50 KK
– Kampung Baru RT 12 dan RT 21 Desa Sangatta Utara
Ketinggian air : ± 10-25 cm saat ini kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 45 KK
– Gang Cempaka RT 17 Desa Sangatta Utara
Ketinggian air : ± 10-15 cm saat ini kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 50 KK
– Kelurahan Teluk Lingga Gg. Bone
Ketinggian air : ± 30-80 cm saat ini kondisi banjir belum surut
terdampak : ± 50 KK

Untuk informasi, banjir tidak hanya terjadi di wilayah Sangatta sebanyak 135 KK pun juga terkena banjir di Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon.

Kecamatan Rantau Pulung Desa Mukti Jaya SP 4 Rantau Pulung.
Ketinggian air : ± 30 sd 70 cm saat ini kondisi banjir belum surut
Dampak : ± 70 KK

Kecamatan Bengalon, Desa Sepaso
Ketinggian air : ± 30 sd 50 cm saat ini kondisi banjir belum surut
Dampak : ± 65 KK

Adapun dampak banjir mengakibatkan terganggunya aktivitas akses jalan, fasilitas umum dan areal perkebunan serta pemukiman warga khusunya sekitaran bantaran sungai.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial