Minggu, 6 September 2026

Ketua DPRD Kutim Usul Libatkan KPC Tangani Bantaran Sungai Masjid Nurul Iman Kabo yang Longsor

 

SANGATTA – Kondisi bantaran Sungai di belakang Masjid Nurul Iman, Kelurahan Kabo Jaya, Sangatta Utara, kembali menjadi sorotan. Struktur tanahnya rusak dan rawan longsor, mengancam rumah warga yang berada tak jauh dari lokasi.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, langsung turun meninjau lokasi pada Jumat (4/9/2026). Ia menyebut kondisi di lapangan cukup memprihatinkan dan tidak bisa ditunda penanganannya.

“Kondisi struktur bantaran sungai di belakang Masjid Nurul Iman Kabo Jaya memang sangat rawan. Kondisi seperti ini perlu penanganan segera,” ujar Jimmi di lokasi.

Menurutnya, bantaran ini bukan pertama kali rusak. Sebelumnya sudah pernah diperbaiki, namun tidak bertahan lama. Ia khawatir jika dibiarkan, longsor susulan bisa mengancam keselamatan jamaah masjid dan warga sekitar.

Jimmi menilai penanganan tidak cukup jika hanya mengandalkan APBD. Ia mendorong adanya kerja sama antara Pemkab Kutim, DPRD, masyarakat, dan pihak swasta.

Salah satu perusahaan yang disebutnya bisa dilibatkan adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC).

“Kita berencana untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk di antaranya pihak swasta, PT KPC. Mungkin mereka punya teknologi sendiri untuk bagaimana bisa membantu menangani kondisi yang ada,” katanya.

Ia berharap pengalaman dan teknologi yang dimiliki KPC dapat mempercepat proses perbaikan agar lebih kokoh dan tidak mudah rusak lagi.

Jimmi menegaskan hasil peninjauan ini akan segera ditindaklanjuti ke Pemkab Kutim. Ia menargetkan dalam waktu dekat sudah ada kepastian perencanaan dan anggaran untuk perbaikan.

“Mudah-mudahan hasil diskusi ini nanti akan kami tindak lanjuti. Mudah-mudahan dalam waktu singkat sudah ada titik terang terkait dengan perencanaan itu sejauh mana,” ujarnya.

Ia juga meminta penanganan dipercepat karena banyak warga yang beraktivitas di sekitar bantaran, mulai dari ke masjid hingga aktivitas harian di permukiman.

“Penanganannya juga bisa dalam waktu singkat ditangani dengan baik, sehingga masyarakat yang berada di sekitar sini dapat berada dalam kondisi yang aman,” tutur Jimmi.

Ketua DPRD berharap kolaborasi multipihak ini bisa menjadi solusi cepat untuk mengantisipasi bencana, sekaligus bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga di kawasan bantaran sungai. (*)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini