Inovasi SIGAP Koperasi Kutim Dimatangkan, BRIDA Targetkan Tembus IGA Nasional
SAMARINDA- Inovasi SIGAP Koperasi milik Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur terus dimatangkan.
Pendampingan inovasi dilakukan dalam rangkaian Inovasi Kreativitas Pelayanan Perangkat Daerah (PEPES IKAN PEDA) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kaltim Tahun 2026 di Kantor Balitbangda Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda, Kamis (8/10/2026).
Dalam pengembangan ini, BRIDA Kutim berperan sebagai fasilitator dan pendamping inovasi, sementara teknis aplikasi digarap tim ahli.
Tim ahli SIGAP Koperasi menjelaskan, pengembangan saat ini difokuskan pada kelengkapan data. Jika sebelumnya aplikasi hanya menampilkan data dasar dan titik koordinat koperasi, ke depan akan jauh lebih detail.
“Yang kita kembangkan lebih kepada penambahan fitur. Misalnya ketika membuka satu koperasi, datanya bisa lebih detail, mulai dari jumlah anggota, jenis kelamin, hingga informasi lainnya. Jadi data koperasi benar-benar bisa terdata dalam satu aplikasi,” ujarnya.
SIGAP Koperasi juga diproyeksikan sebagai alat monitoring kesehatan koperasi. Dari data yang ada, Diskop UKM bisa memfilter koperasi mana yang aktif, tidak aktif, hingga yang bermasalah. Sehingga persoalan koperasi di Kutim bisa dicegah lebih dini.
Tak hanya untuk internal, aplikasi ini juga disiapkan untuk publik. Masyarakat bisa melihat sebaran dan jumlah koperasi di Kutai Timur. Fitur pengaduan, pendaftaran, dan permintaan informasi juga dioptimalkan, bahkan akan dilengkapi AI dan chatbot.
“Jadi aplikasi ini bukan hanya untuk Diskop. Masyarakat umum juga bisa mengaksesnya untuk melihat sebaran koperasi, jumlah koperasi dan informasi lainnya yang ada di Kutai Timur,” jelasnya.
Sementara itu, Peneliti Ahli Pertama BRIDA Kutai Timur, Bagus Rai Wibowo, menegaskan peran BRIDA adalah memastikan inovasi tidak berhenti setelah dibuat.
“BRIDA sebagai fasilitator inovasi di Kabupaten Kutai Timur. Setiap inovasi mendapatkan pendampingan agar arahnya terarah. Kami mendampingi dan memberikan masukan kepada inovator, sedangkan tim ahli yang mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan inovator,” kata Bagus.
Ia menyebut SIGAP Koperasi tidak hanya disiapkan untuk kompetisi kabupaten dan provinsi, tapi juga telah didaftarkan ke ajang nasional Innovative Government Award (IGA).
Ke depan, aplikasi ini bahkan ditargetkan terintegrasi dengan sistem data kementerian. Dengan integrasi tersebut, proses pembaruan data, pelaporan, hingga pengusulan koperasi tidak aktif bisa lebih cepat tanpa administrasi manual.
“Bagi kami capaian lomba bukan tujuan akhir. Harapannya SIGAP Koperasi tetap hidup, berkembang dan digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
![]()

Tinggalkan Balasan