
Urgent! Disdikbud Kutim Geber Pembenahan Data dan Layanan Pendidikan Khusus Tekan Angka ATS
SANGATTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat membenahi akar masalah tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Selain melakukan pembersihan (cleansing) data kependudukan, Disdikbud juga langsung menyiapkan fondasi layanan pendidikan hingga ke pelosok daerah.
Langkah responsif ini diambil setelah terungkap bahwa ribuan data ATS di Kutim sejatinya dipicu oleh kendala administrasi migrasi penduduk dan ketidaksesuaian data nasional.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Heri Purwanto, mengungkapkan bahwa hasil sinkronisasi awal dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mendeteksi ribuan data yang tidak lagi akurat.
“Hasil sinkronisasi dengan Dukcapil menunjukkan sekitar tiga hingga empat ribu data merupakan warga yang sudah berada di luar Kutai Timur, tetapi belum bisa langsung dihapus karena masih menunggu sinkronisasi data nasional,” terang Heri.
Bahkan, ditemukan pula kasus anak-anak yang sebenarnya telah lulus SMA atau sedang menempuh bangku perkuliahan, tetapi sistem masih mencatat mereka sebagai kelompok ATS.
Meskipun validasi data menjadi prioritas untuk menggambarkan kondisi rill di lapangan, Disdikbud Kutim menolak tinggal diam terhadap anak-anak yang benar-benar terkendala akses pendidikan akibat faktor geografis, kesehatan, maupun sosial-budaya.
Guna memastikan setiap anak di Kutim mendapatkan hak belajarnya, Disdikbud telah menyiapkan serangkaian strategi penanganan langsung, diantaranya mengoptimalkan peran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Mendirikan kelas-kelas jauh di wilayah terpencil yang belum memiliki fasilitas PKBM agar jangkauan pendidikan semakin merata.
Melalui integrasi antara pembenahan data nasional dan perluasan akses fisik di daerah, Pemkab Kutim optimistis dapat memangkas angka ATS secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.
![]()


Tinggalkan Balasan