
Siasati Efisiensi Anggaran, Diskop UKM Kutim Rancang Gebyar HUT ke-27 Jadi Ajang Penyaluran Modal dan ‘Bursa Buyer’
SANGATTA — Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mematangkan formula baru penyelenggaraan Gebyar UMKM yang dijadwalkan meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim pada Oktober 2026 mendatang.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, Diskop UKM Kutim memilih bersikap selektif dengan mengubah orientasi acara: memangkas acara seremonial dan menggantinya dengan bantuan konkret serta penciptaan ekosistem bisnis.
Kepala Diskop UKM Kutim, Marhadyn, mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran memaksa pemerintah untuk merancang kegiatan yang memiliki dampak langsung (direct impact) bagi para pelaku usaha.
“Tentu semuanya menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Tetapi yang jelas, ke depan Gebyar UMKM bukan sekadar tempat berjualan atau pameran. Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat melalui akses permodalan dan penyaluran bantuan,” ujar Marhadyn.
Salah satu terobosan utama yang disiapkan dalam ajang HUT ke-27 Kutim ini adalah menjadikan Gebyar UMKM sebagai panggung penyaluran berbagai program pemberdayaan daerah, termasuk bantuan permodalan langsung bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria.
Selain bantuan dari pemerintah, bank-bank daerah dan lembaga pembiayaan juga akan diterjunkan langsung di lokasi (on-site) untuk memfasilitasi pengajuan modal usaha.
Guna memastikan efektivitas anggaran, Diskop UKM Kutim mematok tiga agenda inti dalam Gebyar UMKM mendatang:
-
Bursa Pembiayaan & Bantuan Modal: Menghadirkan perbankan dan menyalurkan bantuan pemerintah bagi UMKM terverifikasi.
-
Klinik Edukasi & Talkshow Tematik: Pembekalan literasi keuangan, strategi pemasaran digital, dan pemenuhan standar produk.
-
Business Matching & Pembeli Potensial (Buyer): Mengundang calon pembeli skala besar untuk menjalin kerja sama pasokan produk jangka panjang
“Yang paling penting adalah bagaimana menghadirkan buyer yang benar-benar membutuhkan produk UMKM kita. Jadi bukan hanya ramai dikunjungi masyarakat, tetapi juga menghasilkan peluang kerja sama yang berkelanjutan,” pungkas Marhadyn.
![]()


Tinggalkan Balasan