Rabu, 12 Agustus 2026

Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045, DPPKB Kutim Gembleng 110 Pendidik via Orientasi Pembelajaran SSK

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperluas penetrasi pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Pemkab menggelar Orientasi Implementasi Rencana Pembelajaran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bagi guru SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan di Hotel Royal Victoria, Kamis–Jumat (6–7/8/2026).

Kegiatan pelatihan ini menyasar 110 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru pengelola SSK, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta perwakilan instansi teknis terkait.

Membuka agenda secara resmi mewakili Bupati Kutim, Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah T menegaskan bahwa keberhasilan SSK bertumpu pada kolaborasi lintas sektor agar materi kependudukan tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan terinternalisasi menjadi budaya sekolah.

“Keberhasilan implementasi Sekolah Siaga Kependudukan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui SSK, kita ingin membangun sekolah yang mampu melahirkan peserta didik yang memiliki wawasan kependudukan, peduli lingkungan sosial, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” tegas Yuriansyah yang juga menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Selama dua hari, para tenaga pendidik menerima pembekalan teknis dari jajaran Kemendukbangga RI Perwakilan Kaltim (Yulianto dan Karisya Humaira) serta sharing praktik baik dari Ismail Ali Sakty (SD Kemala Bhayangkari Balikpapan).

Program pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Kutai Timur terus mencatatkan tren pertumbuhan yang signifikan, yakni terbentuk dari 56 sekolah di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan (36 SD sederajat dan 20 SMP sederajat).

Selain itu SSK akan menyasar seluruh Kutim dengan diluar dari Sangatta, selanjutnya adalah Kecamatan Bengalon  di 32 sekolah baru  (24 SD sederajat dan 8 SMP sederajat). Saat ini 88 sekolah di Kutim resmi menerapkan program SSK hingga tahun 2026.

Melalui penguatan kapasitas guru ini, Pemkab Kutim menargetkan sekolah-sekolah di Kutai Timur mampu mencetak generasi muda yang memiliki perencanaan masa depan matang, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini