
Musibah Kebakaran RT 11 Muara Bengkal: Dinsos Kutim Pasok Bantuan SPM dan Dorong Penguatan Armada Pemadam
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi mengulurkan bantuan tanggap darurat dan pemulihan bagi para korban kebakaran di RT 11 Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Ernata Hadi Sujito, pada Selasa (4/8/2026) sebagai penenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bencana.
Penyerahan bantuan ini menyasar 4 kepala keluarga (2 KK korban rumah hangus dan 2 KK terdampak) akibat amukan si jago merah yang melahap permukiman warga pada Sabtu (18/7/2026) lalu.
Kepala Dinsos Kutim Ernata Hadi Sujito menegaskan bahwa penanganan bantuan tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bentuk jaminan negara terhadap kelompok rentan pascabencana.
“Bantuan diserahkan kepada masyarakat yang terkena musibah kebakaran pada tanggal 18 Juli 2026 di Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal. Rumah yang terbakar sebanyak 2 KK dan yang terdampak 2 KK. Bantuan diberikan sesuai dengan SOP dan SPM pemberian bantuan Dinsos Kutim,” ungkap Ernata.
Paket bantuan pemulihan awal yang digelontorkan mencakup:
-
Logistik Logis & Pangan: Sembako dan kebutuhan gizi harian.
-
Kebutuhan Dasar: Pakaian (sandang), perlengkapan dapur, dan tenda darurat.
-
Perhatian Khusus: Pendampingan dan logistik prioritas untuk kelompok masyarakat rentan.
Kronologi Kebakaran dan Kerugian Rp400 Juta
Musibah yang melanda permukiman padat kayu tersebut terjadi pukul 14.55 WITA. Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi Jenati (67) yang melihat kobaran api membesar dari ruang tamu rumah milik Darwin (50). Api dengan cepat merambat ke rumah kayu milik Ahmad Yani (52) yang berada tepat di sampingnya.
Amukan api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 15.35 WITA setelah dikerahkan 3 unit armada pemadam dari Kecamatan Muara Bengkal, 1 unit dari Kecamatan Muara Ancalong, serta bantuan mesin alkon dan ember milik warga. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp400 juta.
Merujuk pada catatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), musibah ini menggarisbawahi sejumlah kerawanan mendasar di wilayah Muara Bengkal, dianataranya konstruksi perumaham masyarakat didominasi bangunan berbahan kayu yang berdempetan mempercepat pembiakan titik api.
Selain itu keterbatasan armada unit pemadam di tingkat kecamatan memperlambat durasi pemadaman awal.
Dilain sisi kejadian kebakaran pun meningkalkan bahaya lanjutan seperti potensi robohnya puing sisa kebakaran serta trauma psikologis para penyintas.
FKDM pun mendesak Pemkab Kutim untuk segera menambah dan memperkuat sarana-prasarana pemadam kebakaran di wilayah Muara Bengkal. Selain itu, warga diimbau untuk rutin menguji kelayakan instalasi listrik guna meminimalkan risiko korsleting di kawasan padat penduduk.
![]()


Tinggalkan Balasan