Jumat, 24 Juli 2026

Dihadiri Ribuan Peserta, Peringatan HAN 2026 di Sangatta Utara Berlangsung Semarak

SANGATTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kecamatan Sangatta Utara sukses menyedot perhatian publik. Tak kurang dari 3.709 peserta yang terdiri dari murid TK, Kelompok Bermain (KB), hingga guru pendamping memadati halaman Kantor Camat Sangatta Utara pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD, Hj Siti Robiah.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pesan kepada guru dan tenaga pendidik anak usia dini untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Sebab menurutnya pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan PAUD dan TK tidak boleh sekadar diukur dari kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung). Sekolah harus ditransformasi menjadi tempat yang paling dirindukan, di mana anak-anak belajar tanpa rasa takut.

Peringatan HAN 2026 ini dipenuhi dengan pesan mendalam bahwa kolaborasi harmonis antara orang tua dan guru adalah kunci utama dalam melahirkan generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

“Saya titip kepada seluruh guru PAUD dan TK, jadikan sekolah sebagai tempat yang paling dirindukan anak-anak. Hadirkan suasana belajar yang penuh sukacita, penuh kasih sayang, dan menyenangkan. Jangan membuat anak belajar karena takut, tetapi karena mereka merasa bahagia. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang positif akan lebih mudah berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan berkarakter,” tegas Ardiansyah.

Sementara itu, Siti Robiah juga mengingatkan cara mendidik dengan kemarahan dan bentakan dinilai bukan lagi era yang relevan untuk tumbuh kembang anak usia dini.

Di hadapan ribuan guru dan orang tua, Siti Robiah secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional anak. Menurutnya, nada suara yang keras dan bentakan tidak akan membuat anak belajar, melainkan meninggalkan trauma.

“Anak-anak belajar dari kasih sayang, keteladanan, dan kesabaran. Kata-kata yang lembut membangun rasa percaya diri, sedangkan bentakan dapat meninggalkan luka yang memengaruhi perkembangan mental dan emosional mereka,” tegas Siti Robiah.

Senada dengan hal itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan PAUD dan TK tidak boleh sekadar diukur dari kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung). Sekolah harus ditransformasi menjadi tempat yang paling dirindukan, di mana anak-anak belajar tanpa rasa takut.

Peringatan HAN 2026 ini dipenuhi dengan pesan mendalam bahwa kolaborasi harmonis antara orang tua dan guru adalah kunci utama dalam melahirkan generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini