Senin, 17 Agustus 2026

Bupati Kutim Ajak SKK Migas dan Pertamina EP Sangatta Tingkatkan Kolaborasi Pengelolaan Sampah

SANGATTA –Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar audiensi antara SKK Migas, Pertamina EP Sangatta, dan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman untuk membahas sinergi program CSR berbasis potensi lokal. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang menjadi salah satu perhatian utama Pemkab Kutim.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati tersebut, pengembangan bank sampah Sangatta Selatan menjadi salah satu topik utama. Bupati Ardiansyah mengapresiasi kontribusi perusahaan dan komunitas dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.

“Bank sampah di Sangatta Selatan ini potensinya besar. Dari awal mereka sudah bekerja sama dengan mitra pengolahan plastik. Bahkan sudah memiliki mesin pengolah biji plastik. Sekarang malah dikembangkan lagi menjadi mesin pembuat manik-manik,” ujar Ardiansyah.

Pihak pengelola bank sampah melaporkan bahwa proses perakitan mesin inovatif itu sedang berjalan dan menjadi satu-satunya di wilayah tersebut. Bupati menekankan pentingnya perlindungan karya melalui pendaftaran hak cipta.

Menurut laporan, saat ini telah terbentuk sekitar 100 Unit Pengelola Sampah (UPS) di berbagai RT, dengan dukungan perusahaan yang rutin mengirimkan sampah plastik ke pusat pengolahan.

Pertamina EP Sangatta melalui perwakilannya menyatakan akan terus mendukung upaya pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk penyediaan sarana pemilahan sampah dan dukungan teknis lain di lapangan.

Bupati Ardiansyah meminta agar seluruh program ini tetap diperkuat dan disinergikan dengan rencana kerja pemerintah daerah pada tahun mendatang. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial