Senin, 17 Agustus 2026

Bupati Kutim Resmikan Tiga Fasilitas Publik Sekaligus di Pulung Sari

RANTAU PULUNG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meresmikan tiga fasilitas publik sekaligus, yakni kantor desa, balai desa, dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Desa Pulung Sari, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutim, minggu lalu.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti yang turut disaksikan Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mulyono, Camat Rantau Pulung Tristiningsih, jajaran Forkopimcam, dan warga setempat. Warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak menyambut meriah kehadiran bupati dan jajarannya.

Ardiansyah mengatakan, pembangunan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik hingga ke pelosok. “Semoga gedung ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi pusat aktivitas warga yang bermanfaat,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pendidikan anak usia dini dan peningkatan partisipasi mahasiswa lokal di dua kampus milik Kutim, STIPER dan STAIS. “Sayang sekali, hanya 30 persen anak-anak Kutim yang mengisi tiap angkatan. Ini tantangan besar. Padahal kita punya Baznas yang sudah memfasilitasi 50 pelajar belajar ekonomi syariah gratis di Depok,” jelasnya.

Kepala Desa Suwoto menilai fasilitas baru ini akan memperkuat pelayanan publik di desanya. “Dengan kantor baru yang lebih luas dan fasilitas yang lengkap, pelayanan akan lebih cepat, nyaman, dan transparan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Rantau Pulung Tristiningsih, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kolaborasi inilah yang akan mempercepat pembangunan berkelanjutan. Cara terbaik kita mensyukuri pembangunan ini adalah dengan memperkuat spiritualitas, salah satunya lewat tausiah oleh Hj. Kharisma Yogi Noviana dari Madiun,” jelasnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial