Selasa, 18 Agustus 2026

Perusahaan Harus Terlibat dalam Perbaikan Jalan Poros Senyiur Kelinjau Ulu

MUARA ANCALONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meminta keterlibatan sejumlah perusahaan dalam percepatan perbaikan jalan dan jembatan poros Senyiur–Kelinjau Ulu. Langkah ini diputuskan dalam rapat koordinasi di Kantor Camat Muara Ancalong yang dipimpin Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, bersama Camat Harun Al Rasyid.

Dalam rapat itu, Harun menjelaskan kondisi jalan poros kembali rusak akibat curah hujan tinggi dan lalu lintas kendaraan berat. Padahal jalan tersebut belum lama ini mengalami perbaikan. Harun menyatakan, tanggung jawab perbaikan jalan poros itu tidak hanya pada pemerintah. “Terutama perusahaan, agar tanggung jawab perbaikan tidak dibebankan hanya kepada satu atau dua pihak saja,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan dan jembatan tidak bisa ditunda lagi. Ia meminta agar pengerjaan dilakukan secara tuntas dan berkelanjutan.

“Pekerjaan ini tidak boleh ditunda. Jangan hanya ditimbun atau dikeruk, tapi harus ada pengerasan agar tahan lama,” tegasnya.

Rapat juga menyepakati pembangunan jembatan kayu ulin sebagai solusi sementara, sembari menunggu pembangunan jembatan beton dari Dinas Pekerjaan Umum. Mahyunadi meminta perusahaan membantu bahan bakar, armada angkut, dan alat berat.

PT SAS, PT PBA Inhutani, PT KMS & CDM (REA Kaltim), serta PT TPA menyatakan dukungannya. Masing-masing berkomitmen menyediakan peralatan, material, dan saran teknis seperti penggunaan aramko sebagai pengganti gorong-gorong beton.

Kepala Desa Kelinjau Ulu turut mengapresiasi langkah ini. Ia menyebut masyarakat siap bergotong royong mendukung proses perbaikan jalan yang menjadi akses vital warga dan distribusi ekonomi di wilayah pedalaman Kutim. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial