Minggu, 16 Agustus 2026

Cegah Dokter “Kabur” Usai Lulus, Pemkab Kutim dan Unmul Kunci 9 Penerima Beasiswa Kesehatan Lewat Kontrak Ketat

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menerbitkan aturan tegas demi menjamin ketersediaan dokter dan tenaga medis di wilayahnya. Melalui kerja sama beasiswa khusus bersama Universitas Mulawarman (Unmul), Pemkab Kutim menyekolahkan sembilan putra-putri daerah dengan pengikatan kontrak dinas yang sangat ketat.

Langkah ini diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim guna mengunci para calon dokter dan apoteker agar wajib mengabdi di Kutai Timur setelah menyelesaikan studi mereka.

Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, merincikan sembilan kuota beasiswa strategis tahun ini: 2 Dokter Umum, 2 Dokter Gigi, 2 Dokter Spesialis, 3 Profesi Apoteker (Farmasi).

“Jangan sampai setelah lulus nanti mereka malah pindah ke luar daerah. Jadi, harus di Kutai Timur. Ini demi pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat,” tegas dr. Yuwana, Minggu (9/8/2026).

Guna mengantisipasi risiko perpindahan tugas (brain drain) ke kota besar pascalulus, Dinkes Kutim menerapkan dua benteng aturan utama:

  1. Aturan Dokter Spesialis (Khusus ASN): Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) hanya dibuka bagi Nakes yang sudah berstatus ASN Pemkab Kutim. Hal ini memastikan formasi pelayanan dokter spesialis di Faskes lokal langsung terisi tanpa kendala administrasi.

  2. Penahanan Ijazah: Sebelum dana cair, seluruh penerima beasiswa menandatangani perjanjian bermaterai. Setelah lulus, ijazah fisik ditahan dan dikelola langsung oleh Dinkes Kutim selama masa ikatan dinas berlangsung.

Proses seleksi peserta dilakukan secara ketat dengan skala prioritas tinggi bagi putra daerah. Skema investasi pendidikan ini diproyeksikan menjadi jawaban permanen atas masalah ketimpangan dan keterbatasan dokter spesialis di daerah perbatasan/interior Kutai Timur.

Melalui sinergi erat bersama Fakultas Kedokteran dan Farmasi Unmul, Pemkab Kutim optimistis mutu pelayanan kesehatan masyarakat akan makin merata dalam beberapa tahun mendatang.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial