Minggu, 16 Agustus 2026

Kejar Tenggat Natal 2026, Jemaat HKBP Sangatta Galang Rp 1,8 Miliar dan Terima Janji Hibah APBD 2027

SANGATTA — Suasana penuh kehangatan dan adat budaya Batak mewarnai Pesta Penggalangan Dana Pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta di Jalan Tongkonan Rannu, Desa Singa Gembara, Sabtu (8/8/2026) sore. Sebanyak 400 Kepala Keluarga (sekitar 1.200 jiwa jemaat) kini berpacu dengan waktu demi menuntaskan rumah ibadah mereka agar siap digunakan pada perayaan Natal, Desember 2026 mendatang.

Guna merampungkan konstruksi fisik yang telah berjalan hampir tiga tahun tersebut, jemaat harus menutup defisit anggaran sebesar Rp 1,8 miliar.

Ketua Panitia Pembangunan, S. Ambarita, membeberkan kalkulasi dana yang telah masuk dan kebutuhan sisa proyek hingga tahap akhir.

“Pembangunan ini sudah berjalan tiga tahun dengan total dana terkumpul sekitar Rp 5 miliar. Sebesar Rp 3 miliar berasal dari hibah Pemkab Kutim dan Rp 2 miliar swadaya jemaat. Namun, kita masih butuh Rp 1,8 miliar lagi agar gereja ini selesai sebelum Natal,” ungkap Ambarita.

Hadir di tengah-tengah jemaat, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan apresiasi atas kegigihan gotong royong warga HKBP Sangatta. Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen membantu rumah ibadah demi mendukung pembentukan moral masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen daerah, Wabup berjanji akan mengupayakan alokasi bantuan anggaran signifikan pada APBD 2027 mendatang untuk menyempurnakan fasilitas gereja.

“Pemerintah tentu mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk rumah ibadah. Pembangunan ini penting untuk membentuk manusia berakhlak mulia selaras dengan misi pembangunan Kutim. Mudah-mudahan kekurangan dana ini segera terpenuhi,” ujar Mahyunadi.

Selain menjadi ajang penggalangan dana, pesta pembangunan ini menjadi ruang kental pelestarian budaya Batak di Tanah Kutai.

Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih atas hadirnya dukungan pemerintah daerah, jemaat menggelar prosesi sakral Mangulosi (pemberian kain ulos) kepada Wakil Bupati Mahyunadi. Suasana semakin semarak saat jemaat membaur membawakan tarian Tor-tor serta lantunan lagu pujian secara bergantian.

Dengan sinergi antara hibah daerah, partisipasi swadaya warga, serta komitmen pemerintah, jemaat HKBP Resort Sangatta optimistis impian beribadah Natal di gedung gereja baru dapat terwujud tahun ini.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial