Selasa, 11 Agustus 2026

Sektor Kelautan Belum Optimal, Pemkab Kutim Gembleng Nelayan Kecil Demi Perkuat Ketahanan Pangan

SANGATTA — Mengakui belum maksimalnya pemanfaatan potensi bahari daerah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengambil langkah taktis dengan menggembleng kemampuan manajerial dan teknis para nelayan kecil. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat membuka Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil di Ruang Pelangi Hotel Royal Victoria, Rabu (5/8/2026).

Agenda yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kutim ini dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Perikanan Yuliansyah, serta puluhan pelaku usaha tangkap dan nelayan lokal.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyoroti struktur perekonomian daerah yang sejauh ini masih didominasi sektor pertambangan dan perkebunan. Padahal, potensi maritim memiliki peran strategis sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah yang belum tergarap maksimal.

“Pertambangan dan sektor lain memang menjadi barometer dan ikon kita di Kutai Timur. Namun, masih ada tiga potensi yang belum optimal kita kembangkan, di antaranya peternakan sapi, pertanian, dan melaut. Untuk itu, kita perlu meng-upgrade kemampuan sumber daya manusia di bidang kelautan, terutama saudara-saudara kita para nelayan,” tegas Ardiansyah.

Melalui program pemberdayaan dan penyediaan sarana-prasarana ini, Pemkab Kutim berupaya mendampingi masyarakat pesisir agar hasil tangkapan dapat meningkat seiring dengan tingkat kesejahteraan keluarga.

Kepala Dinas Perikanan Kutim, Yuliansyah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang interaktif untuk mengubah pola kerja nelayan tradisional menuju tata kelola modern. Terdapat tiga fokus utama yang ditanamkan kepada para peserta yakni, pembekalan manajemen keuangan dan kemandirian kelompok, pengelolaan dan penanganan hasil tangkapan agar memiliki nilai jual tinggi serta engadopsian teknologi tepat guna yang aman bagi ekosistem laut.

Melalui sinergi ini, Pemkab Kutim optimistis dapat melahirkan kelompok nelayan yang tangguh, inovatif, dan mandiri sebagai motor penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir Kutai Timur.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini