
Transformasi Pengelolaan TPA Kutim: DLH Tinggalkan Open Dumping, Antisipasi Karhutla dan Kebakaran Garbage
SANGATTA — Belajar dari tragedi kebakaran hebat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang yang sempat disorot Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat membenahi sistem tata kelola sampah daerah. Pemkab Kutim resmi menghentikan praktik pembuangan terbuka (open dumping) dan beralih ke sistem controlled landfill guna menekan risiko pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari zona fasilitas publik.
Langkah strategis ini dipaparkan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kutim, Achmad Noor, saat Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Aula Mapolres Kutim, Selasa (4/8/2026).
Melalui skema controlled landfill, setiap timbunan sampah di TPA Kutai Timur bakal dipadatkan secara berkala dan ditutup dengan lapisan tanah setidaknya setiap tujuh hari sekali. Metode ini terbukti efektif mengunci gas metana yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau.
Selain mengubah metode penimbunan sampah, DLH Kutim menyiagakan sarana darurat di area TPA untuk mempercepat respons pemadaman awal:
-
Embung Cadangan Air: Menyediakan pasokan air melimpah di area TPA untuk kebutuhan armada pemadam.
-
Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Disiagakan di titik-titik krusial kawasan pengelolaan sampah.
Tak sekadar membenahi infrastruktur sampah, DLH Kutim tahun ini turut meluncurkan alat pemantau kualitas udara otomatis (Automatic Ambient Air Quality Monitoring System). Teknologi yang beroperasi 24 jam ini menggantikan metode pemantauan manual semestralan yang selama ini digunakan. Data suhu hingga partikel udara akibat dampak asap karhutla akan ditampilkan secara real time melalui videotron Kota Sangatta.
Guna melengkapi mitigasi dari hulu ke hilir, DLH Kutim juga mengetatkan pengawasan kesiapsiagaan peralatan karhutla di area konsesi perusahaan swasta, sekaligus memasukkan materi edukasi bahaya kebakaran lahan ke kurikulum sekolah-sekolah di Kutai Timur.
![]()


Tinggalkan Balasan