
Tangani Karhutla, Pemkab Kutim Fokus Salurkan 20 Pompa Air Selamatkan Lahan Pertanian
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memastikan situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya masih relatif kondusif. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, fokus pemerintah daerah saat ini digeser pada penanganan potensi kekeringan yang mulai mengancam sektor pertanian masyarakat.
Hal itu ditegaskan Bupati Ardiansyah saat memaparkan kondisi daerah dalam Rapat Koordinasi Karhutla bersama Polda Kaltim secara daring di Auditorium Mapolres Kutim, Selasa (4/8/2026).
Guna menjamin produktivitas petani—seperti di kawasan persawahan Desa Teluk Pandan—Pemkab Kutim melalui Dinas Tanaman Pangan mendistribusikan 20 unit pompa air ke sentra-sentra pertanian, sembari mempercepat penyelesaian infrastruktur irigasi di wilayah Kombeng.
“Kondisi Kutim relatif kondusif. Titik panas yang terpantau ditangani secara teknis. Kini yang kita dorong adalah antisipasi kekeringan lahan tani, salah satunya menyalurkan pompa air agar produksi pangan tetap terjaga,” tegas Ardiansyah.
Meski status Karhutla di Kutai Timur tergolong aman, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengingatkan seluruh instansi agar tidak lengah terhadap dua ancaman utama musim kemarau: luapan kebakaran hingga ke permukiman dan krisis air bersih.
Ardiansyah menjelaskan bahwa kemunculan asap di kawasan pertambangan batu bara dan perkebunan saat kemarau ekstrem umumnya dipicu pemanasan material batuan, namun sejauh ini telah tertangani secara teknis oleh tim di lapangan.
Bupati meminta seluruh perangkat daerah memperkuat pendataan yang akurat sebagai pijakan mitigasi bencana agar langkah penanganan yang diambil presisi dan tepat sasaran.
“Data akurat menjadi kunci agar mitigasi sesuai kondisi riil di lapangan. Sinergi seluruh pihak adalah benteng utama kita menghadapi dinamika cuaca,” ujar Bupati Ardiansyah.
![]()


Tinggalkan Balasan