Jumat, 7 Agustus 2026

Sambut Pengoperasian Pelabuhan Tanjung Keramat dan KEK Maloy, Pemkab Kutim Gandeng BPSDMP Siapkan SDM Pelayaran

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempercepat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung pengoperasian berbagai infrastruktur perhubungan strategis. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pola Pembibitan bersama BPSDMP Kemenhub di PIP Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa kesiapan tenaga ahli di bidang transportasi darat dan laut harus dibangun jauh sebelum fasilitas fisik beroperasi penuh. Kehadiran pelabuhan laut di kawasan Tanjung Keramat serta KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) membutuhkan kualifikasi tenaga kerja bersertifikasi standar nasional.

Didampingi Sekkab Rizali Hadi dan Sekretaris Dishub Masrianto Suriansyah, Bupati meyakini sinergi bersama BPSDMP akan menjawab tantangan keterbatasan tenaga teknis kepelabuhanan di daerah.

“Ke depan kita akan mengoperasikan pelabuhan laut seperti Tanjung Keramat maupun Maloy. Kita membutuhkan SDM bersertifikat yang siap kerja, sehingga penyiapan tenaga profesional ini harus kita mulai dari sekarang,” tegas Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Penandatanganan MoU Pola Pembibitan antara Pemkab Kutim dan BPSDMP Kementerian Perhubungan menjadi angin segar bagi generasi muda di Kabupaten Kutai Timur. Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan program pengembangan SDM transportasi ini diprioritaskan bagi putra-putri daerah.

Melalui kerja sama ini, pemuda asal Kutim memiliki jalur khusus untuk menempuh pendidikan teknis dan ikatan dinas di perguruan tinggi di bawah naungan Kemenhub. Langkah ini disiapkan agar putra daerah tidak sekadar menjadi penonton saat sektor transportasi dan logistik Kutim berkembang pesat.

Program investasi SDM jangka panjang ini diharapkan melahirkan lulusan yang langsung diserap untuk mengisi posisi regulator dan teknisi perhubungan di tanah kelahirannya sendiri.

“Prioritas kami adalah putra-putri daerah. Mereka yang akan dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional di sektor transportasi, sehingga ketika seluruh infrastruktur beroperasi, masyarakat Kutai Timur sendiri yang menjadi pelaku utamanya,” ujar Bupati.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini