Jumat, 7 Agustus 2026

Cetak SDM Transportasi Unggul, Pemkab Kutim Jalin Kerjasama Pola Pembibitan Kedinasan dengan BPSDMP Kemenhub

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi membuka peluang emas bagi generasi muda daerah untuk menempuh pendidikan tinggi kedinasan sektor transportasi. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pola Pembibitan bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub, Soeharto, di PIP Semarang, Jumat (31/7/2026).

Kerja sama yang berlaku selama lima tahun ini memberikan alokasi hingga lima peserta per tahun bagi putra-putri terbaik Kutim untuk berkuliah di perguruan tinggi kedinasan Kemenhub, termasuk Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) Bekasi. Lulusan program ini diproyeksikan langsung mengisi formasi aparatur regulator transportasi di daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa keberadaan SDM transportasi yang profesional dan berintegritas sangat krusial untuk mengimbangi pesatnya perkembangan wilayah Kutim yang kaya akan sektor industri, perkebunan, hingga pertambangan.

“Investasi terbaik adalah pada kualitas SDM. Melalui PKS Pola Pembibitan ini, Kutai Timur siap mencetak generasi muda yang kompeten dan berkarakter untuk mengelola sistem transportasi daerah secara profesional,” ujar Bupati Ardiansyah.

Menjawab tantangan ketidakseimbangan pertumbuhan kendaraan bermotor dengan ketersediaan jalan, Pemkab Kutim menyepakati sinergi strategis dengan BPSDMP Kementerian Perhubungan. Sinergi ini tidak hanya mencakup pembibitan aparatur, tetapi juga pendampingan penyusunan master plan transportasi daerah yang berkelanjutan.

Kepala BPSDMP Soeharto mengungkapkan bahwa secara nasional pertumbuhan kendaraan mencapai 8–13 persen per tahun, jauh melampaui pertumbuhan jalan yang hanya 6,1 persen. Oleh karena itu, penanganan berbasis manajemen lalu lintas dan penguatan angkutan umum menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah.

Melalui kemitraan teknis dengan PTDI-STTD Bekasi, Kutai Timur akan memperoleh dukungan instruktur pelatihan lapangan serta formula rekayasa transportasi guna mewujudkan konektivitas antarkecamatan yang aman dan efisien.

“Masyarakat mengharapkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien. Kolaborasi pusat dan daerah ini menjadi kunci mempercepat hadirnya sistem transportasi yang terintegrasi di Kutai Timur,” tegas Soeharto.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini