Sabtu, 15 Agustus 2026

Lawan Tangguh, Atlet Lokal Masih Berat Kejar Ranking di Sirnas C Piala Bupati Kutim

SANGATTA – Langkah para atlet bulutangkis Kutai Timur (Kutim) dalam ajang bergengsi Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Bupati Kutim 2026 harus menemui jalan terjal.

Memasuki hari kedua pertandingan, dominasi pemain-pemain luar daerah yang sudah memiliki ranking point nasional benar-benar tak terbendung.

Sejumlah wakil tuan rumah, termasuk dari PB Kalia Nusa, harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Kesenjangan pengalaman bertanding dan pola pembinaan menjadi faktor utama yang membuat atlet-atlet lokal sulit berbicara banyak di hadapan pemain kaliber nasional asal klub raksasa seperti Jaya Raya Jakarta hingga Mutiara Cardinal Bandung.

Direktur Turnamen Sirnas C Piala Bupati Kutim 2026, Aang Syahrudin mengungkapkan bahwa hasil ini sebenarnya sudah diprediksi.

Menurutnya, kualitas atlet luar daerah yang datang ke Sangatta memang berada di level “Leading Indonesia” untuk kelompok umur usia dini hingga taruna.

“Kalau untuk atlet Kutim bersaing di sirkuit nasional sekelas Sirnas ini memang masih agak berat. Karena yang datang ini atlet-atlet yang sudah punya ranking point dan pengalaman bertanding tinggi,” ungkapnya, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, ia menilai atlet lokal Kutim memiliki pengalaman yang masih di sekitaran Provinsi Kaltim saja, sehingga menjadi ajang evaluasi yang besar bagi klub lokal.

Lebih lanjut, ia menyoroti perbedaan mencolok pada intensitas latihan.

Di saat klub-klub besar di Jawa dan kota besar di Kaltim seperti Balikpapan sudah menerapkan latihan dua kali sehari (pagi dan sore), atlet di Kutim masih terkendala oleh sinkronisasi antara jadwal sekolah dan jam latihan.

Hal ini berdampak langsung pada ketahanan fisik dan kematangan mental bertanding di lapangan.

Kekalahan ini diharapkan tidak mematahkan semangat para atlet, melainkan menjadi pemacu untuk “keluar kandang”.

Jam terbang dianggap sebagai kunci utama jika ingin menyamai level permainan atlet-atlet dari klub besar yang kini menguasai bagan pertandingan di Sirnas C kali ini.

“Bulu tangkis ini bukan cuma soal skill bagus, tapi mental. Walaupun latihannya rajin, kalau tidak punya pengalaman tanding, begitu main tidak akan keluar maksimal. Di Jawa, sekolah itu nomor dua, bulu tangkis nomor satu. Di kita, latihan cuma 2 jam sehari, mereka bisa 6 jam. Kelasnya sangat jauh, jadi pembinaan kita memang perlu pembenahan total,” bebernya.

Meski target juara di Sirnas ini tidak dipatok muluk-muluk, ia menegaskan bahwa fokus utama PBSI Kutim saat ini adalah mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar November mendatang.

Sirnas C ini murni menjadi laboratorium untuk melihat sejauh mana peningkatan performa atlet setelah berhadapan dengan lawan yang lebih kuat.

Ia juga menutup perbincangan dengan menekankan pentingnya kemandirian fasilitas bagi klub-klub di Kutim.

Ketergantungan pada penyewaan GOR umum seringkali menghambat konsistensi jadwal latihan dibandingkan klub-klub besar yang sudah memiliki fasilitas pribadi.

“Sebagus-bagusnya yang latihan di sini, tidak akan sebagus yang latihan di Jawa. Karena di sana pelatihnya mantan pemain nasional dan jam latihannya maksimal karena sudah di asrama. Ini menjadi tolak ukur bagi pelatih dan klub di Kutim untuk lebih giat lagi dalam membina, agar ke depan kita tidak hanya jadi penonton di rumah sendiri,” pungkasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Advertorial

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial