Senin, 17 Agustus 2026

Bukan Lagi Kantor yang Riuh, Disdukcapil Kutim Kini Mirip Lobi Modern Berbasis Digital

Kutai Timur — Suasana kantor Disdukcapil Kutai Timur kini tidak lagi identik dengan antrean panjang dan suara tanya-jawab yang bersahutan. Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menggambarkan perubahan itu dengan kalimat sederhana namun bermakna: “Sekarang sudah seperti pasar yang tertib.”

Perubahan tersebut bukan terjadi begitu saja. Disdukcapil Kutim terus melakukan modernisasi layanan, termasuk menata sistem antrian, memperkuat front office, dan memperkenalkan inovasi baru berupa buku tamu digital.

“Nomor antrian sekarang jelas. Bahkan kemarin saya berikan reward kepada staf yang punya ide membuat buku tamu online. Jadi pengunjung tidak perlu menulis manual, cukup daftar lewat HP di pintu masuk,” ujarnya.

Penggunaan buku tamu digital ini menjadi simbol pergeseran budaya pelayanan dari cara-cara lama menuju sistem yang lebih efisien. Pencatatan tamu tidak hanya lebih cepat, tetapi juga mendukung akurasi data dan memudahkan monitoring harian.

Transformasi ini berdampak langsung pada pengalaman warga. Proses administrasi menjadi lebih rapi, antrean lebih terkendali, dan ruang pelayanan memiliki alur yang jelas. Tidak ada lagi pengunjung yang kebingungan mencari loket, atau bertanya-tanya siapa yang dipanggil berikutnya.

Inovasi kecil ini menjadi bagian dari strategi besar Disdukcapil Kutim untuk menciptakan pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman. Dengan sistem antrian yang tertib dan pencatatan digital, warga Kutim kini menikmati suasana pelayanan yang lebih modern—layaknya lobi kantor pelayanan terpadu yang sudah mengadopsi teknologi masa kini.

Disdukcapil Kutim ingin memastikan bahwa setiap warga yang datang bukan hanya dilayani, tetapi juga merasakan peningkatan kualitas layanan dari waktu ke waktu.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial