Minggu, 16 Agustus 2026

Disperindag Kutim Siapkan Pendataan Ulang Kios Pasar Ssangatta Selatan

SANGATTA SELATAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan langkah untuk mengatasi banyaknya kios kosong di Pasar Sangatta Selatan (Sangsel). Salah satunya dengan melakukan pendataan ulang seluruh kios serta pedagang yang berjualan di luar area pasar.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan pihaknya akan memetakan ulang pemanfaatan ruang pasar agar lebih efektif dan adil bagi semua pedagang.

“Kami akan mendata ulang semua kios. Kalau ada yang kosong dan tidak dipakai, akan kita alokasikan ke pedagang yang mau masuk. Kita juga akan hitung pedagang pinggir jalan dan sesuaikan dengan jumlah kios yang tersedia,” ujar Nora.

Nora menambahkan, pembangunan fisik pasar saja tidak cukup. Diperlukan strategi yang mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalam gedung. Salah satu harapan datang dari keberadaan Kantor Kas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kutim di lantai dua, yang diharapkan bisa menarik lebih banyak pengunjung dan transaksi ke dalam area pasar.

“Kami akan rangkum semua masukan, lalu tetapkan langkah lanjutan agar pasar bisa difungsikan optimal dan zonasi pedagang tertata,” tambahnya.

Sebelumnya, Disperindag Kutim melakukan inspeksi mendadak di pasar itu. Ditemukan banyak pedagang membuka lapak di pinggir dan bahu jalan. Bangunan pasar dua lantai yang menyediakan 160 kios, tampak lengang. Hanya empat puluh kios saja yang digunakan oleh pedagang.

“Kita sudah punya kios yang dibangun dan sayang jika dibiarkan terbengkalai. Harus ada pemanfaatan yang optimal,” tegas Camat Sangatta Selatan Abbas, yang turut mendampingi sidak. (ADV/ProkopimKutim/IK)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial