Senin, 17 Agustus 2026

Sumur Bor TMMD di Ponpes Nidaussunnah, Sumber Kehidupan Baru bagi Para Santri

TELUK PANDAN – Air bersih kini bukan lagi kemewahan bagi para santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nidaussunnah, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan. Melalui TMMD ke-125, TNI Angkatan Darat bersama Pemkab Kutai Timur (Kutim) menghadirkan fasilitas sumur bor yang menjadi sumber kehidupan baru di lingkungan pesantren tersebut.

Abdul Wahab, pengasuh Ponpes Nidaussunnah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Sebelumnya, para santri harus bergantung pada air sungai yang kerap tercemar limbah peternakan dari hulu.

“Air itu tidak layak untuk bersuci, padahal itu kebutuhan dasar kami. Alhamdulillah, sekarang santriwati-santriwati kami sangat terbantu dengan adanya sumur bor dan penampungan air ini,” ungkap Abdul Wahab.

Program TMMD tak hanya membangun sumur bor, tetapi juga menambah penampungan air 4.000 liter. Selain itu, TTMD kali ini juga memperbaiki halaman ponpes, serta memasang jaringan listrik dan air. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung pendidikan berbasis nilai dan kebersihan.

Kunjungan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, dan perwakilan Kodam VI/Mulawarman ke lokasi menambah semangat para santri. Mereka bahkan menguji hafalan Al-Qur’an santri.

Ardiansyah mengatakan, percepatan pembangunan wilayah melalui TMMD menjadi kunci untuk memastikan setiap warga dapat merasakan hasil pembangunan secara merata, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan vital seperti air bersih.

“Keberhasilan proyek di Ponpes Nidaussunnah menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD berperan penting dalam mewujudkan akselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil,” pungkasnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial