Senin, 17 Agustus 2026

Tawa Anak-Anak Miau Baru Sambut Kunjungan Bupati dan Wabup Kutim

KONGBENG – Tawa anak-anak memecah keheningan siang di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng. Mereka berlarian penuh semangat menyambut kedatangan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi. Dua sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat.

Momen sederhana ini berubah menjadi potret kehangatan. Ardiansyah menyalami anak-anak satu per satu, menanyakan nama dan sekolah mereka sambil tersenyum. Ia bahkan sempat mengusap kepala seorang bocah kecil, yang balas tersenyum malu. Di sisi lain, Mahyunadi berjongkok berbincang dengan sekelompok anak perempuan, membuat suasana terasa benar-benar akrab.

Warga yang menyaksikan terlihat haru dan bangga. Tak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya — hanya keakraban yang tumbuh dari empati dan ketulusan.

Keduanya berkunjung ke Miau Baru dalam rangka menghadiri pembukaan Festival Budaya Ufah. Ardiansyah menyatakan, festival budaya Dayak Kayan ini merupakan agenda pariwisata sekaligus pembangunan sumber daya manusia. Ia mengatakan, pemerintah memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan budaya, melalui dua dinas, yaitu pariwisata dan kebudayaan.

“Selamat Kepada Masyarakat Miau Baru yang hari ini melaksanakan Festival Budaya Ufah. Mudah-mudahan ini memberikan nuansa semangat dan keberkahan bagi masyarakat Miau Baru.

Kunjungan ini mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati tak hanya diukur dari kebijakan, tapi juga dari kehadiran yang memberi makna. Dengan membangun “jembatan hati”, Bupati dan Wabup Kutim menunjukkan bagaimana perhatian dan kepedulian dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial