Senin, 17 Agustus 2026

Gubernur Kaltim Fokus pada Infrastruktur, Ketahanan Pangan dan Transformasi Digital

SAMARINDA—Selain infrastruktur, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, juga menegaskan komitmen dalam program memperkuat ketahanan pangan dan transformasi digital sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Menurut Rudy, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus berkembang lebih pesat agar Kaltim mampu mencapai kemandirian pangan dan meningkatkan daya saing daerah.

“Kemandirian pangan adalah kunci bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rudy di Samarinda beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, Pemprov Kaltim juga memperkuat program pembangunan desa berbasis potensi lokal. Setiap desa didorong untuk berinovasi dan berkembang sesuai karakteristiknya agar mampu berkontribusi pada ekonomi daerah.

Selain itu, Rudy menyoroti pentingnya penerapan teknologi digital dalam pemerintahan dan pelayanan publik. Transformasi digital, menurutnya, dapat meningkatkan efisiensi serta transparansi birokrasi. “Teknologi bisa membantu kita memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efektif,” katanya.

Sedangkan dukungan terhadap penguatan infrastruktur juga terus dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten dan pihak swasta. Dalam hal ini, Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyatakan kesiapan daerahnya untuk berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim. Agenda besar yang ada di Kutim adalah percepatan pembangunan pelabuhan dan fasilitas penunjang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

“Di Kutim, Bapak Gubernur akan mendukung penuh terutama investasi yang akan terus masuk ke pelabuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dan tentunya meningkatkan sarana dan prasarana KEK MBTK Kaliorang lebih optimal. Kami ingin memastikan setiap daerah memiliki infrastruktur yang memadai,” kata Ardiansyah.

Rudy menegaskan, keberhasilan pembangunan di Kalimantan Timur hanya dapat dicapai dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial