Minggu, 14 Juni 2026

Mempertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak Lebih Sulit daripada Meraihnya

SANGATTA – Perencana Ahli Muda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Purno Edi, mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi dalam program Kabupaten Layak Anak (KLA) membutuhkan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.

Hal itu ia sampaikan saat membuka rapat evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim di Ruang Rapat Bappeda.

Menurutnya, capaian KLA yang telah diraih Kutim harus dijaga dengan kerja berkelanjutan dan evaluasi berkala. “Ketika kita sudah mendapat nilai baik, mempertahankannya justru yang lebih sulit. Ini menjadi tugas kita bersama, seluruh perangkat daerah, tanpa terkecuali,” ujar Purno.

Rapat evaluasi ini juga dihadiri narasumber dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kaltim, Sumadi, yang memberikan arahan terkait strategi penguatan kebijakan perlindungan anak.

Sementara itu, Plt Kepala DP3A Kutim, Rita Winarni, menyebut evaluasi menjadi langkah penting untuk mengukur sejauh mana program berjalan dan menentukan perbaikan yang diperlukan. Ia mengatakan, hasil evaluasi ini menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan anak di Kutim.

“Hasil evaluasi akan dituangkan dalam sebuah laporan yang akan menjadi dasar perbaikan program, penyusunan anggaran, dan kebijakan daerah terkait KLA,” tambahnya.

Rita berharap, melalui forum evaluasi ini, pemerintah dapat lebih objektif dalam menilai capaian program, mengidentifikasi kekurangan, dan mengarahkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan dan hak anak di Kabupaten Kutim. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini