Senin, 27 Juli 2026

Edukasi Kunci Tekan Kasus HIV/AIDS di Kutim: “Garda Terdepan Ada di Rumah dan Sekolah”

SANGATTA – Meningkatnya grafik kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur—mencapai 160 kasus baru di 2024 dan 104 kasus hingga Agustus 2025—menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat. KPAID Kutim menegaskan bahwa penanganan tidak bisa bertumpu pada pengobatan medis (hilir) semata, melainkan butuh edukasi hulu.

Sekretaris KPAID Kutim, dr. Marthen Luther, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah hilangnya stigma negatif masyarakat terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV). Banyak warga enggan tes kesehatan awal lantaran takut dikucilkan.

“Masyarakat harus paham HIV tidak menular lewat bersalaman atau makan bersama. Jika masyarakat paham jalurnya, ODHIV akan berani berobat dan terapi ARV rutin akan menekan risiko penularan hingga nol,” urai dr. Marthen (24/7/2026).

Senada, Wabup Mahyunadi menggarisbawahi bahwa keluarga dan sekolah merupakan benteng paling vital dalam mendidik karakter remaja agar terhindar dari perilaku berisiko.

Pemkab Kutai Timur (Kutim) bersiap mengambil tindakan tegas terhadap maraknya praktik prostitusi terselubung dan online yang menjadi pemicu utama penularan HIV/AIDS. Sebelum Peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, tim gabungan Polres Kutim, BNNK, dan Satpol PP dijadwalkan menggelar razia terpadu menyasar Tempat Hiburan Malam (THM) ilegal maupun berizin.

Ancaman penertiban ini ditegaskan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi KPAID di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (24/7/2026). Bahkan, Mahyunadi mempertaruhkan jabatannya sebagai Ketua Pelaksana Harian KPAID jika grafik kasus HIV/AIDS tak kunjung melandai.

“Tidak boleh ada toleransi. Jika ditemukan praktik prostitusi terselubung, kami tindak tegas sesuai hukum. Jabatan saya sebagai Ketua KPAID tidak ada artinya jika kita gagal memutus mata rantai penularan dan melindungi warga,” tegas Mahyunadi.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini