
285 Kasus Baru Terlacak! Ini 4 Poin Utama Laporan HIV/AIDS Kutim Hingga Mei 2026
SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil mendeteksi 285 kasus baru Orang Dengan HIV (ODHIV) dalam kurun waktu hingga Mei 2026. Capaian ini diungkapkan Kadinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, dalam Rakor Penanggulangan HIV/AIDS di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, beberapa waktu lalu.
dr. Yuwana menerangkan bahwa dari estimasi 23.000 populasi berisiko di Kutim, fasilitas kesehatan baru mampu menjangkau sekitar 34 persen melalui skrining awal.
Merespons temuan data tersebut, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengingatkan bahwa angka terdata hanyalah sebagian kecil dari realitas di lapangan.
“HIV ini seperti gunung es. Yang terlihat di permukaan baru sedikit, padahal di bawahnya masih banyak yang belum teridentifikasi. Deteksi dini dan pemetaan bersama harus dimasifkan,” tegas Mahyunadi.
Meski layanan VCT telah disebar ke 31 faskes (21 puskesmas dan 10 rumah sakit/klinik), Pemkab Kutim masih dihadapkan pada tantangan besar, seperti geografis wilayah yang luas, tingginya mobilitas pekerja, serta pasien yang putus berobat (lost to follow up).
Hingga pertengahan 2026, Dinkes Kutim mencatat tingkat kepatuhan pasien menjalani terapi Antiretroviral (ARV) telah menyentuh angka 72 persen.
Namun, berdasarkan indikator global WHO, capaian lain masih memerlukan dorongan ekstra:
-
Pemeriksaan Viral Load: Baru mencapai 61 persen.
-
Pasien dengan Viral Load Tersupresi: Berada di angka 58 persen.
-
Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT): Masih di angka 34 persen akibat keterbatasan stok obat dan edukasi.
Kadinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa semakin cepat pasien teridentifikasi dan rutin mengonsumsi ARV, semakin besar peluang risiko penularan dapat ditekan hingga titik terendah.
Guna mengejar target nasional, Dinkes Kutim menyiapkan strategi integrasi layanan HIV/AIDS di seluruh faskes, pemberdayaan edukator sebaya (peer educator) di komunitas berisiko, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
![]()


Tinggalkan Balasan