Senin, 27 Juli 2026

Bukan Cuma Pendataan! Ini 4 Poin Utama Arahan Wabup Mahyunadi di Rakor HIV/AIDS Kutim 2026

Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menginstruksikan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Kesehatan Kutim untuk bergeser dari sekadar pengumpulan data menuju aksi pencegahan yang progresif.

Pesan menohok tersebut disampaikan Mahyunadi saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanggulangan HIV/AIDS di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (24/7/2026).

Meskipun memuji peningkatan jangkauan deteksi dini yang berhasil menemukan lebih banyak kasus tersembunyi, Ketua Pelaksana KPAD Kutim ini menegaskan bahwa kerja pemerintah tidak berhenti di meja pendaftaran.

“Kita tidak boleh berhenti pada pendataan. Setelah seseorang teridentifikasi, harus ada pendampingan, edukasi, pengobatan berkelanjutan, serta pencegahan penularan baru. Jangan sampai rapat ini hanya jadi forum diskusi tanpa aksi nyata,” tegas Mahyunadi.

Guna memperkuat benteng pencegahan, Pemkab Kutim juga bersiap memperketat pengawasan dan razia terhadap tempat-tempat usaha yang disinyalir menjadi sarang praktik prostitusi terselubung.

Berikut 4 poin penting yang ditekankan Wabup Mahyunadi:

  • 1. Terobosan Progresif, Bukan Sekadar Data

    Pemerintah mengapresiasi tingginya cakupan tes awal, namun mewajibkan adanya terobosan pendampingan dan pengobatan pasca-diagnosis agar tidak ada kasus baru.

  • 2. Tindak Tegas Prostitusi Terselubung

    Pemkab Kutim bersama instansi terkait akan memperketat pengawasan serta menindak tempat usaha yang terbukti menjadi lokasi praktik prostitusi.

  • 3. Pelibatan Sektor Pendidikan dan Agama

    Pencegahan penularan difokuskan pada pembinaan generasi muda melalui penguatan karakter di sekolah dan pendekatan keagamaan.

  • 4. Rekomendasi Wajib Ditindaklanjuti

    Rakor tidak boleh berakhir sebagai formalitas. Seluruh hasil rekomendasi diwajibkan menjadi agenda kerja yang terukur dan tereksekusi di lapangan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini