
Maulid Nabi di Kutim, Bupati Ardiansyah Tekankan Pentingnya Merawat Persatuan
SANGATTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Agung Al Faruq, Bukit Pelangi, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak sekadar menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah. Di tengah keberagaman masyarakat, peringatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya merawat persatuan dan kerukunan.
Ribuan jemaah memadati kawasan indoor Masjid Agung Al Faruq, beberapa waktu lalu. Kegiatan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Pribadi yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia”.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintah daerah menilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Kutim yang memiliki latar belakang beragam.
Menurutnya, Rasulullah merupakan figur yang mampu membangun kehidupan masyarakat dengan berbagai latar belakang dan menyatukan kelompok-kelompok yang berbeda.
“Indonesia merupakan negara dengan beragam suku bangsa. Oleh karena itu, sosok Rasulullah sangat pas untuk kita jadikan contoh utama dalam menyatukan berbagai ragam macam suku yang ada,” ujar Ardiansyah.
Ia menilai semangat persatuan tersebut harus terus dijaga karena Kutai Timur juga dihuni masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang. Perbedaan, kata dia, semestinya menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan.
Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan. Nilai akhlak, toleransi dan persaudaraan yang dicontohkan Rasulullah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama tokoh agama dan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarelemen di Kutim. Silaturahmi tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana daerah tetap aman, harmonis dan kondusif.
Sementara itu, tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustaz Anwar Ashaf. Ia mengajak jamaah kembali mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun fondasi keimanan, akhlak serta kecintaan terhadap ilmu.
Dalam ceramahnya, Anwar juga mengangkat pola hidup Rasulullah sebagai salah satu teladan dalam menjaga kesehatan.
“Kalau ingin sehat, ikuti teladan Rasulullah, tidak usah repot-repot penelitian karena Rasulullah selama hidupnya hanya sakit dua kali. Maka dari itu, Rasulullah merupakan teladan yang nyata untuk diikuti,” tuturnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat. Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi di tengah masyarakat Kutai Timur yang majemuk.
Melalui semangat Maulid Nabi, Pemkab Kutim berharap nilai persaudaraan dan persatuan semakin kuat. Keteladanan Rasulullah diharapkan mampu diwujudkan dalam perilaku nyata sehingga keberagaman di Kutai Timur dapat terus menjadi modal untuk membangun daerah secara bersama-sama.
![]()


Tinggalkan Balasan