Sabtu, 25 April 2026

Bupati Kutim Tegaskan Pemerintah Harus Hadir hingga Ujung Wilayah

SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dasar tanpa batas wilayah. Pesan itu disampaikan saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 50 liter per detik di Kompleks Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menugaskan Dinas PUPR Kutim segera membangun jaringan air bersih hingga ke Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan. Ardiansyah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kota. “Urusan saya sebagai Bupati Kutai Timur adalah melayani masyarakat yang berada di wilayah Kutim,”

Proyek SPAM yang diresmikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pemerataan akses air bersih bagi warga. Instalasi dengan kapasitas 50 liter per detik itu digadang dapat memenuhi kebutuhan ribuan sambungan rumah tangga di Sangatta dan sekitarnya.

Bupati Ardiansyah juga menegaskan, keberlanjutan pembangunan bukan hanya untuk air bersih, tapi juga menyasar kebutuhan dasar lain seperti listrik, akses jalan dan jembatan, serta layanan kesehatan. “Apa yang diresmikan hari ini di Sangatta, harus dirasakan pula oleh warga Sidrap dan desa lainnya. Ini tentang pemerataan pembangunan,” ucapnya.

Dusun Sidrap, yang secara geografis lebih dekat ke Kota Bontang daripada ke pusat Kabupaten Kutim, selama ini menjadi semacam “zona abu-abu” pelayanan publik. Kerap dipolitisasi dari segi status wilayah maupun prioritas anggaran.

Dirut Perumdam TTB Kutim Suparjan, menyebutkan bahwa dengan kapasitas tersebut, SPAM Kabo Jaya bisa menjangkau ribuan sambungan rumah tangga. “Kami siap menjalankan arahan Pak Bupati. Perluasan jaringan akan menjadi prioritas kami,” ujar Suparjan. (ADV/ProkopimKutim/IK)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini