Senin, 15 Juni 2026

Pertanian Terpadu Metode Apung, Langkah Menuju Kemandirian Pangan di Kutim

BENGALON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melakukan inovasi program ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian padi terapung secara terpadu. Program ini diujicobakan di lahan warga RT 05, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, hadir langsung melakukan penanaman padi terapung sekaligus pelepasan ikan bensaian, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi kolaborasi pertama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan sistem pertanian terpadu di lahan berair.

“Ini untuk Kutim sepertinya yang pertama dan masih semacam uji coba atau demplot. Metode ini menggunakan media styrofoam yang dialasi pot berisi tanah sebagai tempat tumbuh tanaman padi,” jelas Bupati Ardiansyah.

Ia menerangkan, sistem ini memungkinkan tanaman padi tumbuh di permukaan air. Sementara di bawahnya dilepas ikan bensaian (ikan lokal perairan tawar) yang hidup berdampingan dengan tanaman.

“Bibit padi ditanam di media apung, dan ikan akan mendapatkan makanan dari akar-akar padi itu. Mudah-mudahan ini berhasil. Kita tunggu hasilnya,” ujarnya penuh optimisme.

Kepala Desa Tepian Langsat, Zeky Hamzah, menyebut inisiatif ini memberi harapan baru bagi warganya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati yang sudah hadir langsung meresmikan demplot ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami masyarakat desa,” ujarnya.

Zeky berharap uji coba ini mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar dapat berkembang menjadi sumber ekonomi alternatif berbasis pertanian dan perikanan terpadu.

“Kami mohon support agar program ini bisa dikembangkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Demplot padi terapung dan ikan bensaian di Tepian Langsat ini diharapkan menjadi model pertanian adaptif terhadap perubahan iklim yang bisa direplikasi di wilayah Kutim lainnya.(ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini