Minggu, 20 September 2026

542 Keluarga Berisiko Stunting, Rumah Rehabilitasi Gizi Sangatta Utara Jadi Andalan Baru Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengembangkan pendekatan baru dalam penanganan stunting melalui Rumah Rehabilitasi Gizi Stunting di Kecamatan Sangatta Utara.

Program yang menjadi pilot project tersebut tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak, tetapi juga melibatkan pemantauan tumbuh kembang, pendampingan orang tua hingga dukungan tenaga medis dan psikolog.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, program tersebut akan terus dievaluasi dan berpeluang dikembangkan ke kecamatan lain apabila menunjukkan hasil positif.

“Rumah rehab stunting ini merupakan pilot project bagi Kabupaten Kutai Timur,” kata Mahyunadi saat meninjau program tersebut, Selasa (18/8/2026).

Salah satu pola yang diterapkan adalah pendekatan aktif kepada keluarga. Anak-anak yang membutuhkan pendampingan tidak hanya menunggu untuk datang ke lokasi.

“Kalau orang tua tidak datang membawa anaknya, maka anak tersebut dijemput oleh tim kecamatan,” ujarnya.

Saat ini, satu siklus program mampu menangani sekitar 20 anak. Dengan lima siklus dalam setahun, kapasitas penanganan ditargetkan mencapai sekitar 100 anak.

Namun pekerjaan rumah yang dihadapi masih besar. Di Kecamatan Sangatta Utara tercatat terdapat 542 keluarga berisiko stunting.

Mahyunadi menyebut kapasitas Rumah Rehabilitasi Gizi Stunting masih terus dievaluasi. Program tersebut sebelumnya menangani delapan anak, kemudian meningkat menjadi 18 anak dan kini mencapai 20 anak dalam satu siklus.

“Kalau program ini berhasil, kita akan upayakan tahun depan bisa dimaksimalkan, baik di Sangatta Utara maupun kecamatan lainnya,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan rumah rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya daerah mendukung target penurunan prevalensi stunting.

Penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan dokter spesialis tumbuh kembang anak, dokter spesialis gizi klinik, serta psikolog.

Camat Sangatta Utara Hasdiah menambahkan, pendampingan juga diberikan kepada orang tua agar pola makan dan pengasuhan yang dipelajari selama program dapat diterapkan di rumah.

Dengan konsep tersebut, Rumah Rehabilitasi Gizi Stunting diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak mendapatkan makanan tambahan, tetapi menjadi ruang untuk memperbaiki pola pengasuhan dan memastikan tumbuh kembang anak Kutim berjalan lebih optimal.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini