Minggu, 20 September 2026

KONI Kutim Bidik Tiga Besar Porprov 2026, Cabor Diminta Satukan Kekuatan

SANGATTA – Target Kutai Timur menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 mulai dipertajam. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim menjadikan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) sebagai momentum menyatukan strategi dan mengakhiri berbagai dinamika internal menjelang kompetisi di Kabupaten Paser.

Rakerkab KONI Kutim 2026 digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (13/8/2026).

Ketua KONI Kutim Rudi Hartono menegaskan, target tersebut bukan sekadar ambisi. Pada ajang Pra-Kualifikasi Porprov sebelumnya, Kutim mampu berada di peringkat keempat. Kini, posisi tiga besar menjadi sasaran yang harus diperjuangkan bersama.

“Pada Porprov VIII 2026 mendatang, target kita sudah bulat yaitu Kutai Timur harus mampu menembus jajaran tiga besar,” tegas Rudi.

Untuk mengejar target tersebut, Rudi meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) menjaga kekompakan. Ia bahkan mengingatkan agar persoalan politik internal maupun isu suksesi kepengurusan tidak mengganggu persiapan atlet.

Menurutnya, waktu menuju Porprov VIII semakin terbatas sehingga energi seluruh insan olahraga harus diarahkan pada persiapan kontingen.

“Pelaksanaan Porprov sudah di depan mata, waktu kita sangat terbatas. Saya pribadi berkomitmen penuh untuk fokus menuntaskan target prestasi ini hingga akhir masa jabatan,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Kutim mendorong perubahan pola pembinaan olahraga agar lebih terukur. Asisten Ekonomi Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor yang mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman meminta setiap cabor memiliki basis data yang jelas sebelum bertolak ke Paser.

Bukan hanya jumlah atlet, tetapi juga peta potensi medali dan kebutuhan latihan harus dihitung secara realistis.

“Kita berangkat ke Porprov VIII di Kabupaten Paser pada November 2026 nanti bukan hanya bermodalkan semangat, tetapi dengan data, strategi presisi, dan keyakinan penuh untuk meraih hasil terbaik,” ujar Noviari membacakan arahan Bupati.

Rakerkab juga menjadi ruang untuk memperkuat organisasi. Empat cabor baru dijadwalkan mengikuti proses verifikasi penerimaan, yakni Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI), Sepakbola Mini, Savate, dan Catur Cina atau Xiangqi.

Dukungan terhadap pembinaan Kutim datang dari KONI Kaltim. Sekretaris Umum KONI Kaltim Abdul Muis menilai Kutim merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi atlet besar untuk menopang kekuatan olahraga Kaltim di tingkat nasional.

Namun, potensi tersebut membutuhkan pembinaan yang konsisten dan terarah.

Karena itu, Rakerkab kali ini tidak sekadar membahas program kerja. Forum tersebut menjadi titik konsolidasi sebelum persaingan Porprov dimulai.

Noviari juga mendorong KONI dan seluruh cabor membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha serta perusahaan yang beroperasi di Kutim. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan atlet.

“Mari kita tanggalkan ego masing-masing. Gandeng dunia usaha dan perusahaan swasta yang ada di Kutai Timur melalui program kemitraan strategis,” ajaknya.

Dengan waktu persiapan yang kian pendek, pekerjaan KONI Kutim kini semakin jelas: menyatukan cabor, memetakan peluang medali, memperkuat latihan, dan memastikan atlet datang ke Paser dengan strategi yang matang.

Tiga besar bukan lagi sekadar slogan. Kutim ingin membuktikannya lewat persiapan yang lebih terukur.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini