Dari Nasi Goreng hingga Kudapan, PKK Kutim Dorong Pangan Lokal Jadi Senjata Cegah Stunting
SANGATTA – Beragam kreasi nasi goreng dan kudapan berbahan jagung hingga ubi tampil dalam Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (11/8/2026).
Namun, kegiatan yang digelar TP PKK Kutim di Gedung Wanita Bukit Pelangi itu bukan sekadar mencari menu terbaik. Lomba tersebut juga menjadi cara mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal.
Ketua Panitia, Herliana, mengatakan lomba B2SA diikuti TP PKK dari 18 kecamatan di Kutim dengan dua kategori perlombaan.
Kategori pertama adalah kreasi menu sarapan berupa nasi goreng yang harus memenuhi unsur karbohidrat, sayuran, protein nabati dan hewani, serta buah.
Sementara kategori kedua berupa kudapan manis maupun asin dengan bahan pangan lokal seperti jagung dan ubi.
“Tujuan lomba menu B2SA ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat melalui kegiatan pencegahan stunting dengan menu B2SA serta mendorong kreativitas dalam mengolah aneka pangan lokal,” ujar Herliana.
Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan menu yang ditampilkan tidak boleh berhenti sebagai sajian lomba.
Menurutnya, kreasi tersebut harus disosialisasikan hingga ke desa agar dapat diterapkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba. Kita ingin memberikan arahan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi yang ada di sekeliling kita,” katanya.
Siti Robiah juga mendorong kader PKK mengembangkan Gerakan Aku Hatinya PKK dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun pangan keluarga.
Ia berharap berbagai menu dari 18 kecamatan dapat menjadi referensi masyarakat untuk menyediakan makanan sehat, bergizi, sekaligus terjangkau dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di daerah masing-masing.
![]()

Tinggalkan Balasan