Bukan Sekadar Jual Buah: Diskop Kutim Bidik Industri Serat Daun Nanas Himba Tembus Pasar Ekspor
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersiap menghentikan pola pemanfaatan komoditas lokal yang sebatas mentah atau produk eceran skala kecil. Melalui Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kutim, pemkab meretas jalan hilirisasi industri dengan membidik potensi serat daun Nanas Himba asal Kecamatan Batu Ampar untuk dipasok ke rantai pasok industri tekstil dan manufaktur nasional hingga mancanegara.
Kepala Diskop UMKM Kutim, Marhadyn, menegaskan bahwa Nanas Himba tidak lagi hanya dilihat dari nilai jual buah segarnya. Karakteristik fisik daun nanas asal Kutai Timur memiliki serat berkualitas tinggi dengan panjang ideal yang sangat diminati pembeli (buyer) industri skala besar.
Guna menyerap peluang pasar global tersebut, Diskop UMKM Kutim menginisiasi pengakhiran praktik program tumpang tindih antardinas yang selama ini memicu inefisiensi anggaran APBD. Salah satunya dengan sinergi dan kolaborasi antar dinas, agar wacana ini bisa berjalan. Dalam hal ini ada tiga instasi yang terlibat langsung yakni Dinas Tanaman Pangan & Peternakan, berfokus pada pembudidayaan, penanganan pascapanen, dan peningkatkan volume produksi bahan baku di tingkat petani.
Dinas Perindustrian & Perdagangan, menyiapkan keandalan teknologi pengolahan serat, efisiensi rantai produksi, hingga standarisasi mutu ekspor.
Diskop & UMKM Kutim membentuk kelompok usaha koperasi/UMKM pembina, memfasilitasi business matching bersama investor, serta menjamin kontinuitas pasokan ke buyer.
“Daun nanas Kutim punya nilai ekonomi tinggi karena seratnya memenuhi standar industri. Kita inginkan seluruh perangkat daerah bergerak bersama sesuai tupoksi masing-masing. Jangan ada lagi tiap dinas bikin rumah produksi sendiri-sendiri tanpa sinergi,” tegas Marhadyn.
Selain mengandalkan alokasi APBD, Pemkab Kutim juga mendorong pelibatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta di kawasan Kutai Timur untuk mempercepat pengadaan mesin pengolah serat daun nanas.
Melalui integrasi rantai pasok ini, komoditas unggulan daerah seperti pisang grecek, kakao, gula aren, hingga serat nanas diproyeksikan mampu menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kutai Timur di luar sektor tambang.
![]()

Tinggalkan Balasan