
Siasati Efisiensi APBD, Pemkab Kutim Gandeng PLN dan Swasta Tuntaskan Akses Listrik Pedalaman
MUARA BENGKAL – Keterbatasan alokasi APBD yang terkoreksi dari Rp9 triliun menjadi Rp5,7 triliun tidak surutkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat..
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa Pemkab menyiasati efisiensi anggaran melalui pola kemitraan strategis dengan sektor swasta dan PLN. Sinergi ini mencakup dukungan alat berat, pembersihan jalur jaringan (Right of Way), hingga penataan jalan rawan banjir dan jaringan air bersih.
Kepala PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, menambahkan bahwa gotong royong warga dan perusahaan lokal menjadi kunci utama suksesnya penarikan kabel jaringan PLN hingga ke kawasan pelosok desa.
“Meski ada penyesuaian anggaran, komitmen kita tidak surut. Kolaborasi lintas sektor terbukti mampu memastikan kebutuhan energi dasar warga pedalaman terpenuhi,” tegas Bupati Ardiansyah.
Akselerasi Program Listrik Desa (Lisdes) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan tren positif. Keberhasilan pengoperasian listrik 24 jam di Desa Senambah dan Mulupan menjadi pijakan penting menuju penuntasan target elektrifikasi daerah.
Sri Wahyuningsih, memaparkan bahwa Rasio Elektrifikasi Kutim yang sempat berada di angka 81,56 persen melonjak ke 90,78 persen pada 2025. Pihaknya kini membidik 31 titik lokasi jaringan baru pada 2026 demi mengerek rasio elektrifikasi hingga mencapai 97,87 persen.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi percepatan tersebut dan mengonfirmasi bahwa seluruh desa di Kecamatan Muara Bengkal kini telah teraliri listrik 100 persen.
“Dengan tuntasnya 31 titik sasaran tahun ini, penuntasan jaringan PLN tinggal menyisakan tiga desa terpencil, yakni Desa Sandaran, Tanjung Mangkalihat, dan Pulau Miang yang dijadwalkan tuntas penuh pada 2027,” terang Ardiansyah.
![]()


Tinggalkan Balasan