Sabtu, 1 Agustus 2026

Anggun dan Penuh Makna, Tari Jepen Bekipas Pukau Hadirin Pembukaan Pentas Seni Kutim 2026

SANGATTA – Gemulai kipas berwarna emas melayang anggun di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026) pagi. Penampilan Tari Jepen Bekipas dari Sanggar Seni Untung Betuah sukses membuka perhelatan Launching Pentas Seni Kutai Timur (Kutim) 2026 dengan semarak.

Diperagakan oleh lima penari berbakat, tarian tradisional khas Melayu Kutai ini menyuguhkan perpaduan gerakan dinamis dan penuh kelembutan yang memukau ratusan pasang mata tamu undangan.

Pelatih Tari Sanggar Seni Untung Betuah, Haswandi, menjelaskan bahwa tarian ini sarat akan filosofi kearifan lokal masyarakat pesisir.

“Tari Jepen Bekipas menceritakan sikap teduh, hening, sekaligus kegembiraan. Gerakan kipas emasnya bukan sekadar hiasan, melainkan simbol kejayaan Kabupaten Kutai Timur,” terang Haswandi.

Penampilan tersebut menjadi penyambut resmi para pejabat daerah dalam acara Launching Pentas Seni Kutim 2026.

Haswandi, sang pelatih tari, mengaku bangga atas ketangguhan para anak didiknya di atas panggung. Kematangan dasar menari membuat keterbatasan waktu tidak menjadi penghalang.

“Persiapan kami cukup mendadak, hanya dua hari latihan. Namun karena anak-anak sudah berproses lama dan punya dasar kuat, alhamdulillah penampilan berjalan lancar. Kelembutan dan ketangkasan mereka mencerminkan karakter pemuda pesisir Kutim yang sopan, setia, dan patuh,” jelas Haswandi.

Haswandi menambahkan bahwa tarian tradisional ini memang secara khusus difungsikan dan dilestarikan sebagai sarana penghormatan kepada para tamu penting atau pejabat daerah yang hadir dalam hajatan besar.

“Tarian ini memang biasa kita gunakan sebagai tari penyambutan untuk tamu-tamu kehormatan,” tuturnya.

Dalam pementasannya, penari melengkapi penampilannya dengan properti kipas berwarna emas yang dikibaskan secara anggun dan kompak mengikuti irama musik pengiring. Properti tersebut rupanya bukan sekadar hiasan pertunjukan semata.

“Gerakan kipas berwarna emas ini tidak sembarangan, melainkan melambangkan simbol kejayaan bagi Kabupaten Kutim,” kata Haswandi.

Perpaduan antara kelembutan dan ketangkasan para penari di atas panggung turut merepresentasikan identitas serta nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh generasi muda daerah setempat.

“Kelembutan dan ketangkasan dalam menari ini mencerminkan karakter pemuda-pemudi pesisir Kutai Timur yang sopan, setia, hormat, dan patuh,” jelas Haswandi lebih lanjut mengenai pesan moral tarian tersebut.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini