Jumat, 7 Agustus 2026

Tekan Angka Putus Sekolah, Pemkab Kutim Gratiskan Perlengkapan Sekolah dan Kuliahkan 400 Guru PAUD

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) membuktikan komitmennya menjamin hak dasar anak melalui intervensi anggaran pro-pendidikan. Hal tersebut dipaparkan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di GSG Bukit Pelangi, Sabtu (25/7/2026).

Guna memastikan tidak ada anak yang terputus sekolah karena kendala biaya, Pemkab Kutim meluncurkan program pembagian seragam, sepatu, tas, hingga buku belajar secara gratis bagi para siswa.

Di saat bersamaan, Pemkab Kutim juga membiayai beasiswa S1 PAUD bagi lebih dari 400 guru desa bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dijadwalkan lulus pada Agustus 2026.

“Kami berikan pakaian, sepatu, hingga tas gratis. Tidak boleh ada lagi alasan orang tua tidak menyekolahkan anak karena kendala biaya. Semua anak Kutim wajib mengecap pendidikan,” tegas Bupati Ardiansyah.

Tak hanya itu, Pemkab Kutai Timur terus memperluas pemenuhan hak anak dari hulu hingga hilir. Melalui program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun, pemerintah daerah kini telah memastikan keberadaan satuan PAUD di seluruh desa se-Kabupaten Kutim.

Tak berhenti pada sektor pendidikan formal, Pemkab Kutim tahun 2026 ini mulai merancang pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ramah anak dan keluarga di setiap kecamatan secara bertahap.

Langkah ini diperkuat dengan penetapan Bupati Kutim dan Bunda PAUD sebagai Duta Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), demi menyediakan ruang publik yang sehat, aman, dan bebas polusi bagi tumbuh kembang anak.

Sementara itu Kepala DPPPA Kutim, Idham Chalid, menambahkan saat ini pemerintah daerah terus membenah  seluruh fasilitas publik dengan dirancang dan dilaraskan dengan  aspirasi “Suara Anak Kutai Timur” yang diserap melalui Forum Anak Daerah. Hal ini dilakukan untuk memberikan lingkungan belajar yang baik kepada anak Kutai Timur.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini