
Ganti Wajah Destinasi Meredup! Ini 4 Langkah Strategis Pemkab Kutim Hidupkan Tanjung Perancis
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan skema pemulihan kawasan wisata Tanjung Perancis yang sempat meredup dan terbengkalai akibat keterbatasan aksesibilitas. Kebangkitan destinasi pesisir ini difokuskan pada penguatan kemitraan antara pemerintah, investor swasta, dan Balai Taman Nasional Kutai (TNK).
Langkah jemput bola dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kutim dengan meninjau langsung lokasi guna memetakan sentra ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Marhadyn, menegaskan bahwa masuknya investasi swasta akan dikawal ketat agar selaras dengan kaidah konservasi lingkungan sekaligus memberdayakan warga sekitar.
“Apa yang harus kita lakukan adalah melakukan penguatan melalui kemitraan antara pemerintah dan investor di Tanjung Perancis agar bisa dikembangkan dengan baik. Kita cari jalan agar dampak destinasi wisata ini dirasakan langsung oleh UMKM masyarakat,” ujar Marhadyn.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur memimpin langkah revitalisasi objek wisata Tanjung Perancis. Pengembangan kawasan pesisir yang dulunya menjadi tumpuan ekonomi warga ini kini dirancang dengan konsep eco-tourism yang terintegrasi.
Dalam penataan ulang ini, Pemkab Kutim menggandeng Balai Taman Nasional Kutai (TNK) sebagai pilar utama. Sinergi ini ditujukan agar pembangunan lapak UMKM dan sarana wisata baru tidak melanggar zona konservasi alam.
Kadis Koperasi dan UMKM Kutim, Marhadyn, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar roda ekonomi warga bangkit tanpa merusak kelestarian ekosistem pesisir.
“Kehadiran kami untuk memastikan pemasaran produk lokal unggulan Kutim bisa berjalan seiring dengan geliat wisata. Semua dibangun dengan iklim investasi yang kondusif dan aman bagi lingkungan,” jelasnya.
![]()


Tinggalkan Balasan