
KPAID Kutim Ungkap Strategi Hulu-Hilir Tekan HIV/AIDS: “Edukasi Harus Berjalan, Stigma Harus Hilang”
Sangatta – Komitmen Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, dalam memberantas penyebaran HIV/AIDS tidak main-main. Ia secara terbuka menyatakan siap menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPAID) Kutim jika angka kasus baru HIV/AIDS di daerahnya gagal ditekan.
Pernyataan tegas tersebut dilontarkan Mahyunadi saat memimpin Rapat Koordinasi KPAID Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (24/7/2026).
“Jika angka penyintas HIV/AIDS di Kutai Timur justru terus meningkat, saya siap mundur dari jabatan Ketua Pelaksana Harian KPAID. Jabatan tidak ada artinya jika kita gagal melindungi masyarakat,” tegas Mahyunadi.
Guna memutus rantai penularan dari hulu, Pemkab Kutim bersama Polres Kutim, BNNK, dan Satpol PP akan menggelar operasi terpadu menertibkan Tempat Hiburan Malam (THM) yang terbukti menyelenggarakan prostitusi terselubung. Razia dan penindakan ini ditargetkan mengeksekusi THM bermasalah serta prostitusi daring (online) sebelum peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur membutuhkan intervensi menyeluruh. KPAID Kutim mencatat temuan kasus baru mencapai 160 kasus pada 2024 dan 104 kasus hingga Agustus 2025. Data ini menegaskan pentingnya penguatan pencegahan dari sektor hulu hingga hilir.
Sekretaris KPAID Kutim, dr. Marthen Luther, menjelaskan dalam Rakor KPAID (24/7/2026) bahwa intervensi hulu berfokus pada ketahanan keluarga, edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, serta penegakan hukum terhadap prostitusi dan penyalahgunaan narkoba.
Di sisi tengah dan hilir, pemerintah memperluas akses tes HIV sukarela serta pendampingan terapi antiretroviral (ARV) bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).
“Pendeteksian dini dan kepatuhan terapi ARV membuat ODHIV tetap hidup sehat, produktif, dan tidak menularkan ke orang lain. Namun, tantangan terbesarnya adalah stigma masyarakat yang membuat warga takut memeriksakan diri,” terang dr. Marthen.
Ia menegaskan HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti bersalaman atau makan bersama, sehingga masyarakat diminta berhenti membeda-bedakan penderita.
![]()


Tinggalkan Balasan