
Pamerkan Penyiraman Otomatis, Kutim Unjuk Gigi di Gelar TTG XII Kaltim
KUTAI BARAT – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) memboyong inovasi alat penyiraman tanaman otomatis dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kaltim di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat (20–24 Juli 2026).
Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menyampaikan bahwa teknologi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata para petani agar proses penyiraman lebih efisien dari segi waktu dan tenaga.
“Kami berharap inovasi ini tak sekadar jadi pajangan pameran, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menambah pendapatan, hingga membuka lapangan kerja,” ujar Basuni beberapa waktu lalu.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mempromosikan produk TTG buatan inovator daerah agar dapat diterapkan secara luas di lapangan.
Dia menjelaskan, teknologi penyiraman otomatis itu membawa gagasan sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi kegiatan produksi pertanian. Pada praktiknya, kebutuhan air menjadi salah satu perkara yang harus diperhatikan dalam menjaga keberlangsungan tanaman. Dengan dukungan teknologi, pekerjaan penyiraman dapat dilakukan secara lebih mudah sehingga tenaga dan waktu yang dibutuhkan petani berpotensi lebih efisien.
Di sinilah makna teknologi tepat guna menemukan pijakannya. Teknologi tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang rumit dan mahal. Ia justru memperoleh nilai ketika mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat, mudah digunakan, serta dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. Gelar TTG menjadi ruang perjumpaan bagi gagasan-gagasan semacam itu. Inovator dari berbagai daerah dapat memperlihatkan hasil ciptaannya, bertukar pengalaman, sekaligus membuka kemungkinan agar suatu teknologi dapat dimanfaatkan lebih luas di tempat lain.
Adapun ajang tahunan ini dibuka oleh Kadis DPMPD Kaltim Siti Sugiyanti dan Bupati Kubar Frederick Edwin ini diikuti oleh 9 kabupaten/kota se-Kaltim sebagai wadah saling bertukar inovasi dan memperkuat kolaborasi teknologi tepat guna antar-daerah.
![]()


Tinggalkan Balasan