Sabtu, 19 September 2026

Kejurkab Kutim 2026 Berakhir di Sangkulirang, PBSI: Bukan Sekadar Cari Juara

 

Sangatta – Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten (Kejurkab) Kutai Timur 2026 resmi rampung. Digelar di HB Arena Billiard & Badminton atau GOR Habibi, Desa Benua Baru, Sangkulirang, selama tiga hari, ajang ini menelurkan puluhan juara dari usia dini hingga dewasa.

Tahun ini, Kejurkab digelar perdana di luar Sangatta. Sebanyak 180 atlet dari 9 persatuan bulutangkis yang tersebar di 6 kecamatan ikut ambil bagian. Mereka bertarung di 18 nomor pertandingan dengan sistem gugur.

Ketua PBSI Kutim Daniel Politius Sebayang mengatakan, Kejurkab tahun ini memang tidak hanya mengejar siapa yang naik podium. Lebih dari itu, PBSI ingin melihat peta potensi atlet secara langsung.

“Yang paling penting bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara, dari kejuaraan ini kita bisa melihat potensi atlet, bagaimana kemampuan mereka, bagaimana mental bertandingnya, dan kemudian siapa yang perlu kita bina lebih lanjut,” kata Daniel.

Menurut Daniel, jam terbang jadi kunci. Atlet, terutama usia dini, tidak cukup hanya latihan rutin di GOR. Mereka butuh atmosfer kompetisi.

“Atlet tidak bisa hanya berlatih. Mereka harus punya pengalaman bertanding. Dari pertandingan seperti ini mereka belajar menghadapi tekanan, belajar sportif, dan belajar bagaimana menjaga mental ketika menghadapi lawan,” ujarnya.

Daniel menegaskan pembinaan tidak berhenti setelah medali dikalungkan. Justru setelah Kejurkab, pekerjaan PBSI baru dimulai. Hasil pertandingan akan dievaluasi untuk menentukan siapa saja yang masuk dalam program pembinaan lanjutan.

“Jangan cepat puas bagi yang juara dan jangan berkecil hati bagi yang belum berhasil. Ini bagian dari proses dan yang penting terus berlatih, terus bertanding dan terus meningkatkan kemampuan,” kata dia.

Kejurkab Kutim 2026 diharapkan jadi pintu awal untuk melahirkan atlet yang bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Tidak hanya Porprov, tapi juga kejurnas.

“Harapan kita, dari Kejurkab ini semakin banyak atlet yang muncul dan bisa kita bina secara berkelanjutan. Bukan hanya menjadi juara di Kutai Timur, tetapi nantinya mampu membawa nama Kutai Timur di tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkas Daniel.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini