Sabtu, 19 September 2026

128 Pasang Adu Strategi di Bengalon, Mahyunadi Dorong Domino Naik Kelas Jadi Olahraga Porprov

 

BENGALON – Deretan meja dipenuhi pasangan pemain yang serius membaca kartu. Sesekali terdengar sorak dari peserta dan penonton ketika sebuah kartu menjadi penentu jalannya pertandingan.

Suasana itu mewarnai Open Tournament Domino Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bengalon Cup 2026 di Aula SMK Negeri 1 Bengalon, beberapa waktu lalu.

Sebanyak 128 pasang peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka datang bukan hanya dari Bengalon, tetapi juga dari Sangkulirang hingga Sangatta.

Dengan total hadiah Rp15 juta, kompetisi ini memang menjadi arena adu strategi. Namun, bagi para peserta dan penyelenggara, ada hal lain yang jauh lebih penting: mempertemukan masyarakat dan merawat silaturahmi.

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi yang membuka kegiatan tersebut melihat perkembangan domino sebagai sesuatu yang menarik. Menurutnya, permainan yang selama ini lekat dengan aktivitas masyarakat kini telah berkembang menjadi cabang olahraga.

“Domino sekarang sudah masuk cabang olahraga. Ini olahraga yang murah dan risikonya juga minim,” ujar Mahyunadi.

Ia pun mendorong agar perkembangan tersebut diarahkan ke jalur yang positif. Domino, kata dia, harus dimainkan sebagai olahraga dan hiburan, bukan menjadi pintu masuk praktik perjudian.

“Jangan sampai ada penyimpangan ke arah judi. Jangan sampai hubungan dengan istri dan anak-anak terganggu, terjadi konflik rumah tangga, apalagi sampai meninggalkan ibadah,” tegasnya.

Mahyunadi bahkan menyiapkan agenda lanjutan. November 2026 mendatang, ia berencana menggelar turnamen domino di Sangatta yang akan dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-54.

Tak tanggung-tanggung, hadiah yang disiapkan mencapai Rp54 juta.

Jika Bengalon Cup menggunakan sistem pasangan, turnamen di Sangatta nantinya akan menggunakan format perseorangan. Peserta akan bertanding secara mandiri sejak babak awal hingga pertandingan terakhir.

“Insyaallah bulan November nanti kita buat di Sangatta. Hadiahnya Rp54 juta, sekaligus rangkaian HUT saya yang ke-54. Nanti permainannya perseorangan, berdikari dari awal,” katanya.

Lebih jauh, Mahyunadi berharap domino dapat berkembang menjadi olahraga prestasi di Kutai Timur. Ia bahkan membuka peluang agar cabang tersebut suatu saat bisa dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Kalau bisa, ke depan domino ini dilombakan di Porprov. Kita berharap bisa menyumbangkan medali untuk Kutai Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPC KKSS Bengalon Usman mengatakan turnamen tersebut sejak awal dirancang bukan semata-mata untuk mencari juara.

Menurutnya, pertandingan menjadi alasan masyarakat untuk berkumpul, bertemu kerabat, sekaligus memperluas jaringan pertemanan.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah. Yang paling penting kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan mempererat hubungan sesama warga KKSS dan masyarakat Bengalon,” kata Usman.

Tingginya jumlah peserta juga menjadi sinyal bahwa olahraga domino memiliki basis peminat yang cukup besar. Panitia berharap turnamen serupa dapat digelar secara rutin dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.

Ketua panitia, Hisbullah, mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai kecamatan. Menurutnya, keterlibatan pemain dari luar Bengalon membuat atmosfer pertandingan semakin semarak sekaligus membuka ruang interaksi antarmasyarakat.

“Pesertanya cukup banyak, ada dari Bengalon, Sangkulirang dan Sangatta. Kami berterima kasih karena semua bisa ikut meramaikan kegiatan ini,” ujarnya.

Pada akhirnya, kartu-kartu domino yang tersusun di atas meja bukan hanya soal siapa paling jeli membaca strategi lawan. Di balik persaingan itu, ada pertemuan, tawa, perkenalan dan silaturahmi yang terus dirawat.

Jika konsisten diarahkan sebagai olahraga, domino berpeluang tak lagi sekadar menjadi permainan masyarakat. Di Kutai Timur, olahraga tersebut mulai didorong untuk naik kelas, bahkan membidik panggung Porprov.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini