Sabtu, 19 September 2026

El Nino Mengintai, Bupati Kutim Minta Api Sekecil Apa Pun Segera Dipadamkan

SANGATTA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Menghadapi potensi musim kering ekstrem akibat fenomena El Nino, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh jajaran tidak menunggu munculnya kebakaran besar untuk bertindak.

Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Aula BPBD Kutim, Senin (24/8/2026).

Rakor tersebut dihadiri Kepala BPBD Kutim Sulastin, Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, perwakilan Lanal Sangatta, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, perusahaan, organisasi masyarakat, camat, kepala desa, hingga unsur Manggala Agni.

Ardiansyah mengatakan Kutim telah melakukan mitigasi sejak sebelum ancaman karhutla meningkat. Namun, kesiapan tersebut tidak boleh membuat daerah lengah.

“Kita di Kutai Timur alhamdulillah sudah melakukan mitigasi sebelumnya. Jadi saya yakin, meskipun hari ini barangkali titik api itu ada, kita di Kutai Timur sudah siap untuk mengantisipasi dampak daripada meluasnya titik api, asap, dan sebagainya,” ujarnya.

Salah satu perhatian Bupati adalah kebiasaan warga membakar sampah dan sisa pembersihan halaman rumah.

Dalam kondisi cuaca kering, api kecil yang semula dianggap aman dapat dengan cepat merembet dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, Ardiansyah meminta masyarakat menghentikan sementara aktivitas pembakaran sampah.

“Sekecil apa pun api yang kita temui, baik di jalan atau di pekarangan warga yang dibersihkan setiap sore, tolong itu dihentikan dulu,” tegasnya.

Ia meminta setiap sumber api segera dipadamkan. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik panas baru.

Ancaman tersebut juga perlu diwaspadai meski kondisi asap pekat saat ini lebih banyak terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan bagian selatan dan tengah.

Ardiansyah menilai kondisi geografis Kalimantan membuat potensi penyebaran asap perlu diantisipasi sejak dini.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Ardiansyah menginstruksikan BPBD mengaktifkan posko utama secara maksimal. Posko penanggulangan karhutla di tingkat kecamatan dan desa juga diminta meningkatkan koordinasi.

Komunikasi dengan Manggala Agni, aparat keamanan, camat dan kepala desa harus dilakukan secara berjenjang sehingga setiap informasi mengenai potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

Pemkab Kutim juga telah melaporkan sejumlah langkah strategis kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, termasuk penerapan posko utama sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri.

Selain pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menegaskan tindakan pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

Ardiansyah juga meminta media massa berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait titik panas.

Menurutnya, data hotspot harus dikomunikasikan dengan posko utama BPBD agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar menggambarkan kondisi terkini di lapangan.

Ia mengingatkan agar data kumulatif tidak langsung diterjemahkan sebagai gambaran kondisi karhutla saat ini.

Meski kondisi udara di Sangatta masih tergolong aman, masyarakat tetap diminta waspada. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi masyarakat maupun petugas yang beraktivitas di lapangan, terutama jika kondisi udara mulai terdampak asap.

Bagi Pemkab Kutim, menghadapi El Nino bukan hanya soal memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi. Mencegah satu api kecil sebelum berubah menjadi titik panas besar menjadi kunci agar Kutim tetap aman dari ancaman karhutla.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini