Jumat, 7 Agustus 2026

Dukung Program Pusat, Pemkab Kutim Kebut Pematangan Lahan Sekolah Rakyat 8 Hektare di Sangatta Utara

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempercepat penyiapan lahan seluas 8 hektare di kawasan Jalan Simono, Sangatta Utara, guna mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai Program Strategis Nasional (PSN) untuk penanganan kemiskinan ekstrem.

Asisten Ekbang Sekda Kutim, Noviari Noor, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Kapur (30/7/2026), mengungkapkan bahwa lahan aset Pemkab Kutim tersebut sedang diajukan desain rancangan kawasannya ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim sebelum dihitung kebutuhan anggaran pematangannya.

Pekerjaan teknis pematangan lahan seperti cut and fill dan perataan kontur tanah diproyeksikan memakan waktu 117 hari kalender oleh Dinas Perkim Kutim sebelum tim Kementerian PU dan Kemensos melakukan soil test serta survei kelayakan konstruksi.

“Target kita tahun ini seluruh penyiapan lahan selesai. Setelah itu kementerian akan melakukan survei teknis di lapangan agar pembangunan fisik bisa dimulai tahun depan,” terang Noviari Noor.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan menjadi angin segar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, dan warga kawasan 3T agar mendapat akses pendidikan berkualitas secara cuma-cuma.

Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school (sekolah berasrama) di mana seluruh kebutuhan siswa mulai dari asrama, konsumsi, seragam, hingga fasilitas belajar ditanggung penuh oleh negara.

Ernata juga meluruskan bahwa Sekolah Rakyat tidak akan menggantikan peran sekolah negeri yang sudah ada, melainkan hadir secara terfokus memutus rantai kemiskinan antargenerasi berdasarkan data kemiskinan pemerintah/SKTM.

“Sekolah Rakyat bukan untuk menggantikan sekolah negeri. Program ini khusus memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mereka memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan lebih baik,” tegas Ernata.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini