
Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK RI, Pemkab Kutim Gembleng 21 Puskesmas dan 3 RSUD Perkuat Laporan Kinerja BLUD
SAMARINDA – Seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkab Kutim terdiri atas 21 puskesmas, 3 RSUD, dan Labkesda kini resmi berstatus BLUD. Guna memastikan akuntabilitas tata kelolanya, Pemkab Kutim menggelar Bimtek Penyusunan Laporan Kinerja BLUD Tahun 2025.
Fleksibilitas pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sektor kesehatan harus berujung pada pelayanan yang makin tangkas dan profesional. Pesan tegas tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Kinerja BLUD Tahun 2025 di Samarinda, Selasa (28/7/2026).
Di hadapan jajaran Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, dan direktur RSUD se-Kutim, Bupati Ardiansyah mengingatkan agar status BLUD tidak sekadar menjadi ajang penyelesaian rutinitas administrasi atau laporan keuangan semata.
Ia menekankan bahwa ukuran hakiki keberhasilan BLUD terletak pada “daya tampung”—yakni kemampuan fasilitas kesehatan menjadi tempat yang benar-benar dapat diandalkan oleh warga saat butuh pertolongan.
“Kami berharap seluruh BLUD di Kutim tidak hanya fokus pada teknis laporan keuangan saja, tetapi impact-nya betul-betul memberikan daya tampung dan menjadi harapan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan,” ujar Bupati Ardiansyah.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa selain mengoptimalkan keleluasaan operasional, bimtek ini merupakan tindak lanjut langsung atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pemeriksaan kinerja pelayanan kesehatan.
Langkah ini diapresiasi oleh Kemendagri melalui Direktur BUMD, BLUD, dan BMD, Yudia Ramli, yang menyebut laporan kinerja sebagai instrumen vital untuk mengukur perubahan pelayanan publik secara objektif dan transparan.
“Penyusunan laporan kinerja yang akuntabel ini menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi program, sekaligus menjaga keseimbangan antara fleksibilitas anggaran dan pertanggungjawaban dalam mempertahankan opini WTP,” jelas dr. Yuwana.
![]()


Tinggalkan Balasan